Pasukan keamanan menahan ratusan orang saat demonstrasi.
REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD -- Pemerintah Irak mencabut jam malam di Baghdad yang bertujuan menghentikan unjuk rasa anti-pemerintah. Demonstrasi di berbagai titik selama empat hari ini memakan korban sebanyak 72 orang dan ratusan lainnya terluka.
Saat kerusuhan, Polisi dari satuan penembak jitu disebut melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa. Polisi juga menggunakan lima senjata api, gas air mata dan water canon. Demonstrasi pekan ini menjadi kerusuhan paling buruk sejak Irak mendeklarasikan telah mengalahkan ISIS pada tahun 2017 lalu. Unjuk rasa ini mengguncang pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul-Mahdi yang baru berusia satu tahun.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
6 Orang Tewas dalam Demonstrasi Anti Pemerintah di IrakEnam orang tewas dalam demo anti pemerintah di Irak hari Kamis (3/10), menambah jumlah korban tewas menjadi 27 orang, ujar pihak berwenang. Polisi dan petugas medis menyatakan para pengunjuk rasa it
Baca lebih lajut »
Demo di Irak 60 Orang Tewas, Ulama Tuntut Pemerintah MundurSedikitnya 60 orang tewas dalam empat hari demonstrasi di Irak. Ulama Irak Moqtada Sadr mendesak pemerintah segera mengundurkan diri.
Baca lebih lajut »
Korban Tewas Capai 60 Orang, Ulama Irak Desak Pemerintah MundurDengan lebih dari 1.600 orang terluka, jumlah korban tewas diprediksikan masih akan terus bertambah.
Baca lebih lajut »
Irak Terapkan 'Jam Malam' Usai Demo Tewaskan 9 OrangPemerintah Irak menerapkan larangan berpergian keluar layaknya jam malam di Ibu Kota Baghdad menyusul demonstrasi dua hari terakhir yang berlangsung rusuh.
Baca lebih lajut »
Banyak Demo, Pemerintah Irak Larang Warga Keluar RumahPemerintah Irak memberlakukan larangan keluar rumah di Baghdad mulai Kamis pagi (3/10). Kebijakan ini merupakan respons aksi protes antipemerintah Demonstrasi
Baca lebih lajut »
Buntut Protes Rusuh, Ulama Terkemuka Irak Serukan Pemerintah MundurSalah satu ulama paling berpengaruh di Irak telah menyerukan pemerintah Irak agar mengundurkan diri, sementara pengunjuk rasa anti pemerintah berkumpul di Baghdad untuk hari keempat untuk memrotes pen
Baca lebih lajut »