Enam orang tewas dalam demo anti pemerintah di Irak hari Kamis (3/10), menambah jumlah korban tewas menjadi 27 orang, ujar pihak berwenang. Polisi dan petugas medis menyatakan para pengunjuk rasa it
Enam orang tewas dalam demo anti pemerintah di Irak hari Kamis , menambah jumlah korban tewas menjadi 27 orang, ujar pihak berwenang.
Polisi dan petugas medis menyatakan para pengunjuk rasa itu ditembak mati di Nasiriyah, kota di selatan ibu kota Baghdad.Pihak keamanan Irak menggunakan gas air mata dan menembakkan peluru tajam untuk membubarkan demonstran di Baghdad.Seorang anggota polisi dan ratusan lainnya terluka sejak unjuk rasa dimulai.
Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengumumkan pemberlakuan jam malam, Kamis, untuk mengendalikan situasi. Aksi para demonstran memprotes korupsi serta buruknya layanan pemerintah. Unjuk rasa ini merupakan tantangan besar pertama bagi Abdul-Mahdi, yang membentuk pemerintahannya setahun lalu.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Demonstrasi di Irak Berakhir Ricuh, Tujuh Warga TewasUnjuk rasa yang sudah berjalan selama dua hari ini dilakukan untuk menuntut pekerjaan, meningkatkan layanan, dan mengakhiri korupsi di pemerintah.
Baca lebih lajut »
Sembilan Orang Tewas dalam Sehari Demo di IrakAksi protes di seluruh Irak sedikitnya menewaskan sembilan orang pada Rabu (2/10). Ribuan demonstran berhadapan dengan tembakan dan gas air mata.
Baca lebih lajut »
Irak Memanas, 9 Orang Dilaporkan Tewas dalam Aksi Protes terhadap PemerintahAksi protes tersebut telah berlangsung sejak Selasa (1/10/2019), dipicu oleh kegagalan pemerintah dalam mengatasi permasalahan publik.
Baca lebih lajut »
Demo Antipemerintah Berlanjut di Irak, 11 Orang Tewas dalam SemalamSedikitnya 11 orang tewas dalam semalam saat unjuk rasa antipemerintah digelar di dua kota Irak. Terdapat seorang polisi di antara korban tewas.
Baca lebih lajut »
Demonstrasi STM: Ratusan pelajar masih dicari orang tuanyaPenahanan para pelajar mendapat perhatian UNICEF. Lembaga PBB itu meminta perhatian pada ketentuan khusus untuk anak-anak dalam sistem peradilan pidana Indonesia ketika anak-anak yang terlibat demonstrasi bersentuhan dengan hukum.
Baca lebih lajut »