Sebanyak 502 santri mengikuti rapid test. Hasilnya 92 santri dinyatakan reaktif dan hingga Jumat (21/8/2020) ada 77 santri dinyatakan positif Covid-19
Pihak pesantren pun langsung mengisolasi mereka di dua lokasi yang berbeda.
Karena sakit, sebagian santri memilih pulang dan sebelum pulang mereka diminta untuk melakukan rapid test di puskesmas terdekat rumah mereka. Lalu pada 14 Agustus 2020, ada tiga santri yang rapid test-nya menunjukkan hasil reaktif. Para santri tersebut melakukan rapid test di empat puskesmas yang berbeda.Menurut Nihayatul, pihak pondok pesantren kemudian melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan rapid test massal pada Minggu, 16 Agustus 2020.dari 3 santri yang reaktif dan para santri yang sedang sakit," jelas Nihayatul saat dihubungi via telepon, Jumat .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kepala OPD Positif Covid-19, Wabup Probolinggo: Kami Sering Rapat Covid-19 dengan DiaBupati Probolinggo P Tantriana Sari, Wabup Timbul Prihanjoko, dan seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjalani tes swab massal.
Baca lebih lajut »
Cerita Aiptu Broto Sukarela Antar Jenazah ke Pemakaman Covid-19, Dijuluki Bhabin CovidSejak pandemi Covid-19 merebak, Aiptu Broto beberapa kali mengantarkan jenazah Covid-19 ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari Semarang.
Baca lebih lajut »
Survei Indikator: 56,9 Persen Responden Nilai Rapid Test Tak Efektif Deteksi Covid-19Menurut survei, responden yang menilai rapid test efektif sebesar 42,4 persen. Sisanya, 0,7 responden memilih tidak menjawab.
Baca lebih lajut »
Kronologi Bayi Meninggal dalam Kandungan, Terlambat Ditangani, Ibu Harus Rapid Test Covid-19 Dulu - Tribunnews.comGusti Ayu Arianti (23), warga Kota Mataram, harus kehilangan bayinya yang meninggal dalam kandungan karena terlambat mendapatkan pertolongan.
Baca lebih lajut »
Tangis Arianti Pecah, Bayinya Meninggal, Terlambat Ditangani karena Harus Rapid Test Covid-19Meski telah memohon pada petugas medis untuk memeriksa kondisi kandungannya, mereka menolak dan meminta Ariani menunggu hasil rapid test.
Baca lebih lajut »
Efek Samping Dinilai Bukan Satu-satunya Alasan Tolak Obat COVID-19Anggota Komnas Penilai Obat, Rianto Setiabudi menilai efek samping bukan merupakan satu-satunya alasan atau cara untuk menolak...
Baca lebih lajut »