Tangis Arianti Pecah, Bayinya Meninggal, Terlambat Ditangani karena Harus Rapid Test Covid-19

Indonesia Berita Berita

Tangis Arianti Pecah, Bayinya Meninggal, Terlambat Ditangani karena Harus Rapid Test Covid-19
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 kompascom
  • ⏱ Reading Time:
  • 62 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 28%
  • Publisher: 68%

Meski telah memohon pada petugas medis untuk memeriksa kondisi kandungannya, mereka menolak dan meminta Ariani menunggu hasil rapid test.

Tangis Gusti Ayu Arianti pecah saat mengetahui kenyataan anak yang dilahirkannya dinyatakan meninggal dunia, Selasa

Padahal, selain menanti-nanti kedatangan buah hatinya, Arianti juga telah menyiapkan sebuah nama untuk bayinya, I Made Arsya Prasetya Jaya."Ketuban saya sudah pecah, darah saya sudah banyak yang keluar dari rumah, tapi saya tidak ditangani, kata petugas saya harus rapid test dulu, tapi di RSAD tidak ada fasilitas rapid test, saya diminta ke puskesmas untuk rapid test," kata AriantiArianti menceritakan, awalnya ia yang sedang mengandung merasakan sakit perut, Selasa pagi.

Meski telah mengatakan kondisi ketubannya pecah, petugas secara mendadak meminta Arianti melakukan rapid test terlebih dahulu."Mereka bilang tidak ada fasilitas rapid test , tapi tidak menyarankan saya rapid test di laboratorium karena akan lama keluar hasilnya," lanjut Arianti. Walaupun telah memohon agar tim medis memeriksa kondisi kandungannya, petugas tetap menolak dan meminta Arianti lebih dulu menjalani rapid test di Puskesmas terdekat.

"Mereka minta saya ke puskesmas terdekat dengan tempat tinggal saya, padahal saya sudah memohon agar dilihat kondisi kandungan saya, bukaan berapa menuju proses kelahiran, mereka tidak mau, katanya harus ada hasil rapid test dulu," tutur Arianti.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

kompascom /  🏆 9. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

183 Penumpang KM Lambelu Dikarantina Meski Bawa Hasil Rapid Test183 Penumpang KM Lambelu Dikarantina Meski Bawa Hasil Rapid TestUntuk mencegah transmisi lokal, Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sikka tetap mengarantina 183 penumpang KM Lambelu meski mereka membawa hasil rapid test covid-19.
Baca lebih lajut »

Lagi, Warga Ambon Jemput Paksa Jenazah ASN Korban CoronaLagi, Warga Ambon Jemput Paksa Jenazah ASN Korban CoronaJenazah seorang ASN diambil paksa pihak keluarga dari RSUD Haulussy karena beranggapan kerabatnya itu tidak meninggal karena Covid-19.
Baca lebih lajut »

Satu Lagi Dokter di Sumut Meninggal karena Terpapar Covid-19Satu Lagi Dokter di Sumut Meninggal karena Terpapar Covid-19Jhon Edward juga sebelumnya sempat dinyatakan sembuh dari Covid-19.
Baca lebih lajut »

Kempupera Optimistis New Normal Dukung Sektor Perumahan BangkitKempupera Optimistis New Normal Dukung Sektor Perumahan BangkitAdanya Covid-19 membuat pemerintah ke depan harus menyesuaikan pembangunan perumahan.
Baca lebih lajut »

Jenazah Covid-19 di Aceh Barat Dimakamkan Tanpa Protokol |Republika OnlineJenazah Covid-19 di Aceh Barat Dimakamkan Tanpa Protokol |Republika OnlineWarga khawatir karena banyak orang yang melayat ke rumah duka jenazah Covid-19
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 22:10:16