Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para lulusan Akademi Militer AS di West Point, Sabtu (13/6), bahwa pekerjaan mereka nantinya adalah mempertahankan \u0022kepentingan-kepentingan penting Amerika\u0022
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para lulusan Akademi Militer AS di West Point, Sabtu , bahwa pekerjaan mereka nantinya adalah mempertahankan "kepentingan-kepentingan penting Amerika" dan bukan berjuang dalam "peperangan tak berujung" di wilayah antah berantah.Rencana Trump untuk menarik 9.
"Kita mengakhiri era perang tak berujung," kata Trump. Bukan pekerjaan pasukan Amerika "untuk mengatasi konflik lama di wilayah antah berantah yang bahkan tak pernah didengar banyak orang," katanya.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Manajer West Ham Belum Pas dengan Kelanjutan Liga InggrisMoyes mengingatkan, bahkan pada saat ini, masih banyak korban meninggal maupun yang dirawat lantaran corona.
Baca lebih lajut »
Foto Op Bersama Trump Depan Gereja, Jenderal Ini Akui KesalahannyaJenderal Mark Milley mengaku keterlibatannya dalam foto op bersama Trump adalah suatu kesalahan.
Baca lebih lajut »
Trump dukung pelarangan teknik tekan leher dalam penangkapan polisi, namun menegaskan itu sesekali diperlukanBeberapa kesatuan polisi di AS telah melarang teknik yang disebut chokehold itu sejak demonstrasi anti-rasisme besar-besaran terjadi setelah kematian George Floyd, pria Amerika keturunan Afrika yang meninggal di tangan polisi.
Baca lebih lajut »
Trump: Polisi sebaiknya tidak gunakan teknik mencekik leher'Saya tidak suka teknik mencekik leher itu, (tapi) kadang-kadang, teknik mencekik leher perlu dilakukan jika Anda berada dalam situasi yang sulit seperti ketika sendirian dan sedang melawan seseorang,' ujar Trump.
Baca lebih lajut »
Trump Minta Polisi tak Lakukan Teknik Cekik Leher |Republika OnlineTeknik cekik leher menjadi kontroversial setelah kematian George Floyd.
Baca lebih lajut »
Gelar Kampanye Di Hari Berakhirnya Perbudakan, Trump: Tak SengajaPresiden Donald Trump dikritik karena menggelar kampanye di Hari Berakhirnya Perbudakan (Juneteenth) dan di lokasi pembantaian warga kulit hitam
Baca lebih lajut »