Terdampak Pandemi COVID-19, BPOM Sarankan Jamu Gendong Beralih ke Online

Indonesia Berita Berita

Terdampak Pandemi COVID-19, BPOM Sarankan Jamu Gendong Beralih ke Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 liputan6dotcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 28 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 14%
  • Publisher: 83%

BPOM menyarankan agar usaha jamu gendong tradisional yang biasa dilakukan dengan cara berkeliling bisa dilakukan secara daring jika terdampak pandemi

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan menyatakan bahwa mereka mendukung usaha jamu gendong untuk dipasarkan secara daring di masa pandemi seperti ini.

"Sekarang banyak tukang jamu gendong tidak bisa keliling, kami memang sarankan untuk melakukan online," ujarnya. 2 dari 3 halamanTerkait Izin EdarDalam penggolongan produk herbal sendiri, BPOM menyatakan bahwa jamu merupakan suatu produk dengan ramuan empiris atau telah digunakan secara turun temurun dari nenek moyang.

"Kalau itu hanya bertahan dua sampai tiga hari tidak perlu izin Badan POM, tapi di situ harus ditulis bahwa itu adalah jamu 'fresh' yang harus dikonsumsi pada saat itu," kata Maya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

BPOM Ungkap Alasan Jamu Tak Bisa Diklaim Sebagai Obat COVID-19BPOM Ungkap Alasan Jamu Tak Bisa Diklaim Sebagai Obat COVID-19BPOM menjelaskan alasan jamu saat ini tidak bisa diklaim mampu menyembuhkan COVID-19
Baca lebih lajut »

BPOM: Tidak Bisa Begitu Saja Klaim Obat Herbal Penangkal Covid-19BPOM: Tidak Bisa Begitu Saja Klaim Obat Herbal Penangkal Covid-19Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mayagustina Andarini merespons maraknya klaim obat herbal penangkal Covid-19 beberapa waktu terakhir. BPOM obatherbal COVID19
Baca lebih lajut »

BPOM tidak pernah keluarkan klaim jamu bunuh virus COVID-19Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatakan hingga kini tidak pernah mengeluarkan klaim jamu tertentu dapat membunuh virus corona penyebab ...
Baca lebih lajut »

BPOM: Obat Herbal Terkait Covid-19 Harus Diuji DuluBPOM: Obat Herbal Terkait Covid-19 Harus Diuji DuluObat herbal yang dinilai dapat mengobati suatu penyakit harus terlebih dahulu melewati tahap pengujian, seperti uji klinik fitofarmaka.
Baca lebih lajut »

Soal Klaim Obat COVID-19 Hadi Pranoto, BPOM: Bio Nuswa Belum DiproduksiSoal Klaim Obat COVID-19 Hadi Pranoto, BPOM: Bio Nuswa Belum DiproduksiBPOM mengaku sudah mengkonfirmasi dengan PT Saraka Mandiri Semesta selaku perusahaan yang mendaftarkan Bio Nuswa ke BPOM terkait klaim tersebut. HadiPranoto ObatCorona
Baca lebih lajut »

Erick Thohir: Vaksin COVID-19 akan didaftarkan ke BPOM usai uji klinisVaksin COVID-19 dari Sinovac akan didaftarkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bila telah menyelesaikan tahap uji klinis fase III yang rencananya ...
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-30 15:56:00