Enda yakin kemampuan dan pengalaman buzzer bisa digunakan untuk sebar konten positif
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial Enda Nasution mengajak orang-orang yang selama ini aktif sebagai buzzer untuk ikut menyebarkan konten positif sekaligus aktif melawan hoaks dan fitnah.
Enda mengingatkan bahwa media sosial bukan ruang yang bebas nilai. Menyebarkan informasi yang menyesatkan dan memecah persatuan bukan saja perbuatan jahat yang melanggar hukum negara, tapi juga melanggar hukum agama. Di sisi lain, lanjut Enda, literasi digital masyarakat mesti terus ditingkatkan. Masyarakat harus lebih rajin mencari sumber informasi yang benar, tidak gampang percaya dengan informasi yang beredar di media sosial.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pegiat medsos ajak 'buzzer' sebarkan konten positifPegiat media sosial Enda Nasution mengajak orang-orang yang selama ini aktif sebagai buzzer (pendengung) untuk ikut menyebarkan konten positif sekaligus aktif ...
Baca lebih lajut »
Pegiat Antikorupsi-Pegawai KPK Doa Bersama untuk Korban Demo Ricuh di DPRKoalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dan perwakilan pegawai KPK menggelar renungan malam dan doa bersama untuk korban demo yang meninggal dunia.
Baca lebih lajut »
Pegiat Antikorupsi Doa Bersama Bagi Pendemo yang MeninggalKetua WP KPK, Yudi Purnomo dan penyidik Novel Baswedan turut ikut dalam aksi renungan dan doa tersebut.
Baca lebih lajut »
Istri Hujat Wiranto di Medsos, Anggota POMAU Lanud Muljono Peltu YNS Dicopot dan DitahanFS, yang merupakan istri Peltu YNS, memposting pesan bernada hujatan di media sosial kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM, Wiranto.
Baca lebih lajut »
Dandim Kendari Dicopot dan Ditahan Gara-gara Istri Komentari Wiranto di MedsosPencopotan kedua prajurit TNI tersebut telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2014 yaitu tentang disiplin militer.
Baca lebih lajut »
4 Tips Cegah Anak Jadi “Generasi Topeng” di MedsosDiperlukan usaha agar anak dan remaja tidak menjadi generasi topeng di media sosial yang bisa menggerus konsep dirinya. Bagaimana caranya?
Baca lebih lajut »