Pegiat media sosial Enda Nasution mengajak orang-orang yang selama ini aktif sebagai buzzer (pendengung) untuk ikut menyebarkan konten positif sekaligus aktif ...
Enda mengingatkan bahwa media sosial bukan ruang yang bebas nilai. Menyebarkan informasi yang menyesatkan dan memecah persatuan bukan saja perbuatan jahat yang melanggar hukum negara, tapi juga melanggar hukum agama.
Di sisi lain, lanjut Enda, literasi digital masyarakat mesti terus ditingkatkan. Masyarakat harus lebih rajin mencari sumber informasi yang benar, tidak gampang percaya dengan informasi yang beredar di media sosial.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Pegiat Antikorupsi Doa Bersama Bagi Pendemo yang MeninggalKetua WP KPK, Yudi Purnomo dan penyidik Novel Baswedan turut ikut dalam aksi renungan dan doa tersebut.
Baca lebih lajut »
Pegiat Antikorupsi-Pegawai KPK Doa Bersama untuk Korban Demo Ricuh di DPRKoalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi dan perwakilan pegawai KPK menggelar renungan malam dan doa bersama untuk korban demo yang meninggal dunia.
Baca lebih lajut »
Abdul Basyir, Sosok Penginterogasi di Balik Penganiayaan Ninoy KarundengPegiat medsos sekaligus relawan Joko Widodo, Ninoy Karundeng mengalami peristiwa mencekam ketika dirinya dianiaya sekelompok orang di area Masjid Al-Falah.
Baca lebih lajut »
Buzzer Terlibat Politik, Medsos Jadi Pedang Mata Dua Bagi DemokrasiIstilah buzzer kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Sebenarnya, istilah buzzer tak hanya merujuk pada bidang politik.
Baca lebih lajut »
Pegiat Antikorupsi Doa Bersama Bagi Pendemo yang MeninggalKetua WP KPK, Yudi Purnomo dan penyidik Novel Baswedan turut ikut dalam aksi renungan dan doa tersebut.
Baca lebih lajut »