Waspadai 6 Gejala Strok Berikut

Indonesia Berita Berita

Waspadai 6 Gejala Strok Berikut
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 25 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 59%

Berdasarkan penyebabnya, strok dapat disebabkan oleh faktor risiko yang dapat diubah dan tidak dapat diubah. Simak ulasannya di bawah ini. Strok

jpnn.com - Sebenarnya, strok dapat terjadi pada golongan usia berapa pun. Namun, seiring dengan pertambahan usia, risiko strok memang semakin meningkat. 1. Faktor Risiko yang Tidak Dapat DiubahBaca Juga: Usia: risiko strok meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko semakin meningkat setelah usia 55 tahun. Usia rentan terkena serangan strok adalah usia 65 tahun ke atas.

Jenis kelamin: strok menyerang laki-laki 19 persen lebih banyak dibandingkan perempuan. Karena, perempuan di usia produktif masih memproduksi hormon estrogen yang mampu melindungi dinding pembuluh darah menjadi lebih baik. Genetik: risiko strok meningkat bila ada orang tua atau saudara kandung yang mengalami strok atau TIA .Baca Juga: 2. Faktor Risiko yang Dapat Diubah Strok hemoragik: hipertensi, koagulopati , penggunaan obat pengencer darah, malformasi , vaskulitis, keganasan di otak.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Perlu Diwaspadai, 4 Ciri Menstruasi Ini Menunjukkan Gejala Tidak NormalPerlu Diwaspadai, 4 Ciri Menstruasi Ini Menunjukkan Gejala Tidak NormalTRIBUNJUALBELI.COM - Saat menstruasi terkadang para wanita terkadang merasakan nyeri. Nyeri saat menstruasi sebenarnya adalah hal yang normal. Dilansir…
Baca lebih lajut »

Studi: Ini Beda Gejala Gangguan Indra Pencium dan Perasa pada COVID-19 dan FluStudi: Ini Beda Gejala Gangguan Indra Pencium dan Perasa pada COVID-19 dan FluGangguan indra penciuman dan perasa menjadi salah satu gejala yang dialami pasien Corona. Studi ungkap bedanya gejala ini dengan yang mengidap flu biasa. Ini penjelasannya: Flu VirusCorona via detikHealth
Baca lebih lajut »

Peneliti Temukan Urutan Kemunculan Gejala Baru yang Unik Pada Pasien Terinfeksi Covid-19Peneliti Temukan Urutan Kemunculan Gejala Baru yang Unik Pada Pasien Terinfeksi Covid-19Perlu diketahui, membedakan Covid-19 dengan flu biasa dan virus corona lain bukan lah hal yang mudah jika hanya dilihat menurut gejalanya.
Baca lebih lajut »

Anak tanpa Gejala Berpotensi Lebih Mudah Menularkan Covid-19 |Republika OnlineAnak tanpa Gejala Berpotensi Lebih Mudah Menularkan Covid-19 |Republika OnlineKita tak boleh mengabaikan anak-anak sebagai penyebar virus yang potensial.
Baca lebih lajut »

Penting Diketahui, Gejala Pertama COVID-19 Adalah Demam Bukan Batuk-BatukPenting Diketahui, Gejala Pertama COVID-19 Adalah Demam Bukan Batuk-BatukBagaimana membedakan apakah kita mengidap virus corona atau kita hanya terkena flu biasa? Mungkin bisa diketahui dari urutan gejalanya gejalaCOVID-19
Baca lebih lajut »

Penelitian Terbaru: Gejala Pertama COVID-19 adalah Demam Bukan Batuk-BatukPenelitian Terbaru: Gejala Pertama COVID-19 adalah Demam Bukan Batuk-BatukDengan mengamati puluhan ribu pasien, para peneliti mengidentifikasi gejala mana yang akan pertama kali muncul saat tertular Corona dibandingkan flu biasa. VirusCorona
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-05 17:54:29