Peningkatan drastis jumlah pasien positif Covid-19 ini membuat Pemkab Ogan Ilir akan mempertimbangkan penerapan PSBB.
Angka positif pasien Covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Sungai Pinang sebanyak 18 kasus. Selanjutnya di Kecamatan Pemulutan 9 kasus; di Kecamatan Indralaya 7 kasus; di Kecamatan Rantau Panjang 2 kasus; di Tanjung Raja 2 kasus; di Kecamatan Rantau Alai 1 kasus dan; di Indralaya Utara 1 kasus.
Duduk Perkara 60 Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja, Berawal dari APD Minim dan Masalah Intensif Peningkatan drastis jumlah pasien positif Covid-19 ini membuat Pemkab Ogan Ilir akan mempertimbangkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah tersebut. Sekretaris Daerah Ogan Ilir Herman usai rapat paripurna di DPRD Ogan Ilir kemarin Senin mengatakan, dari data yang ada, penambahan kasus positif di Ogan Ilir tidak lagi melalui kasus impor tetapi penularan lokal. Untuk mencegah tren peninkatan terus terjadi, Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Ogan Ilir untuk melakukanorang-orang yang pernah bersentuhan dengan pasien positif Covid-19 supaya bisa memutus mata rantai penyebaran. “Ada peningkatan pasien positif yang mengkhawatirkan, kita sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk melakukan tracing kepada siapa saja yang pernah bersentuhan dengan pasien positif agar dapat kita putus mata rantai penyebaranya,” kata Herman., apalagi Kota Palembang dan Kota Prabumulih sudah PSBB,” terang Herman Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto juga mendukung penerapan pembatasan sosial berskala besar di Ogan Ilir untuk memutus mata rantai penyebaran wabahDPRD Ogan Ilir, tegas Suharto, bahkan akan segera mengusulkan ke bupati untuk segera mengajukan permintaan penerapan PSBB ke Menteri Kesehatan. “Berapa minggu ini drastis sekali peningkatan pasien positif di Ogan Ilir hingga mencapai 40 orang, sebagai wakil rakyat tadi di paripurna sudah kami sampaikan kepada pihak pemerintah daerah Ogan Ilir agar mempertimbangkan penerapan PSBB,” kata Suharto.Sementara dari data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Penangangan Covid 19 Ogan Ilir per hari Senin kemarin menyebutkan selain 40 orang positif Covid-19, sebanyak 209 orang memiliki status dalam pengawasan , 8 pasien dalam pengawasan dan 3 orang meninggal dunia.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Tenaga Medis Mogok Kerja karena Masalah Insentif, Ini Penjelasan Pemkab Ogan IlirTenaga medis mogok kerja di Ogan Ilir.
Baca lebih lajut »
Nekat Buka Plastik & Mandikan Jenazah Covid-19, 15 Orang Positif, Banyak PDP, Satu Desa Kena Tracing - Tribun AmbonNekat Buka Plastik & Mandikan Jenazah Covid-19, 15 Orang Positif, Banyak PDP, Satu Desa Kena Tracing Nekat Buka Plastik via tribunnews
Baca lebih lajut »
Puluhan Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja dan Mengadu ke DPRDPara tenaga medis membantah tuduhan manajemen RSUD Ogan Ilir yang mengatakan mereka mogok kerja karena takut menangani pasien Covid-19.
Baca lebih lajut »
Aktivitas Warga Kembali Ramai, Ridwan Kamil Minta Kapolda dan Pangdam Turun TanganRidwan Kamil mengatakan aktivitas warga naik 40 persen dalam 3 hari, padahal masih dalam masa PSBB.
Baca lebih lajut »
Duduk Perkara 60 Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja, Berawal dari APD Minim dan Masalah IntensifGaji yang mereka terima hanya Rp 750.000 per bulan. Sementara alat pelindung diri (APD) di RSUD Ogan Ilir dinilai sangat minim.
Baca lebih lajut »
FAKTA Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja: Hanya Digaji Rp 750 Ribu, Minta Kejelasan Rumah Singgah - Tribunnews.comPuluhan tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ogan Ilir, Sumatera Selatan menggelar aksi mogok kerja sejak Jumat (15/5/2020).
Baca lebih lajut »
