Presiden Alexander Lukashenko mengklaim sudah mengamankan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengamankan Belarus pasca pilpres
TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, mengklaim dirinya sudah mengamankan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Kesepakatan tersebut terkait bantuan dari Rusia untuk mengendalikan unjuk rasa dan kerusuhan yang berlangsung di Belarus.
Hingga berita ini ditulis, unjuk rasa di Belarus sudah berlangsung selama hampir sepekan. Situasi sempat mereda, namun kemudian memanas lagi. Selama unjuk rasa berlangsung, kurang lebih 6700 orang demonstran ditahan dengan 2000 di antaranya telah dibebaskan baru-baru ini. Terkait permintaan bantuan kepada Rusia, hal itu belum lama disampaikan. Namun, permintaan itu menjadi aksi menjilat ludah sendiri bagi Alexander Lukasenko.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Beredar Foto Putri Vladimir Putin Disuntik Vaksin Corona, Ini FaktanyaDi media sosial beredar foto yang diklaim putri dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, saat menerima vaksin Corona. Benarkah hal tersebut? Yuk, cek faktanya disini! via detikHealth
Baca lebih lajut »
Presiden Belarus Telepon Putin Minta Bantuan KeamananPresiden Belarus, Alexander Lukashenko, meminta bantuan Presiden Putin saat keduanya berbicara lewat telepon.
Baca lebih lajut »
Putin Minta Negara tak Latah Ikut Konfrontasi dengan Iran |Republika OnlinePutin mengajak segenap masyarakat untuk tidak berkonfrontasi dengan Iran.
Baca lebih lajut »
Presiden Belarus Telepon Putin Minta Bantuan KeamananPresiden Belarus, Alexander Lukashenko, meminta bantuan Presiden Putin saat keduanya berbicara lewat telepon.
Baca lebih lajut »
50 Polisi Belarus Berpelukan dengan Demonstran Anti-Alexander LukashenkoDemonstran Belarus meneriakkan nama tokoh oposisi Svetlana Tikhanovskaya sebagai Presiden.
Baca lebih lajut »