Mayoritas wisatawan mengunjungi Pulau Untung Jawa pada libur panjang ini.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tumpahan minyak yang terjadi di Kepulauan Seribu beberapa waktu lalu berdampak pada lingkungan. Sebaliknya peristiwa itu tak berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu. Kepala Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Seribu, Puji Astuti mengatakan, mayoritas wisatawan mengunjungi Pulau Untung Jawa. Sedangkan diketahui tumpahan minyak terjadi di Pulau Pari dan sedikit di Pulau Tidung dan Pramuka.
" sementara favorit dan paling banyak wisatawan ke Pulau Untung Jawa," kata Puji saat dihubungi Republika, Jumat . Sementara jumlah pengunjung sendiri, lanjut Puji saat libur nasional 14 hingga 17 Agustus mencapai 9.758 orang. Sedangkan saat libur tahun baru Hijriah Kamis kemarin jumlahnya mencapai angka 2.248 orang.
Sebelumnya diketahui bahwa pada Selasa telah terjadi tumpahan minyak di beberapa Pulau di Kepulauan Seribu yakni Pulau Pari, Tidung, dan Pramuka. Tumpahan minyak ini mulai berdampak pada lingkungan seperti biota laut mati, rumput laut, dan budidaya ikan warga mati. Tumpahan paling parah terjadi di Pulau Pari. Hingga kini proses pembersihannya masih berlangsung dan dilakukan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Jepang Kirim Tim Ahli Bersihkan Tumpahan Minyak di MauritiusJepang mengirim tim ahli untuk membersihkan tumpahan minyak di Mauritius.
Baca lebih lajut »
Otoritas Mauritius Tangkap Kapten Kapal karena Minyak TumpahOtoritas Mauritius menangkap kapten kapal dan wakilnya sambil menggelar upaya penanganan tumpahan minyak di lepas pantai negara itu.
Baca lebih lajut »
Penurunan Stok AS Buat Harga Minyak BervariasiKekhawatiran mengenai permintaan bahan bakar AS dan gelombang pandemi virus corona kedua membuat pergerakan harga minyak bervariasi.
Baca lebih lajut »
Harga Minyak Bergerak Variatif Seiring Melemahnya Permintaan Bahan BakarHarga minyak mentah berjangka Brent turun 13 sen menjadi USd 45,33 per barel.
Baca lebih lajut »
YLKI: Banyak Konsumen Tidak Mengetahui Minyak Sawit yang BerkelanjutanMenurut YLKI, minimnya pengetahuan konsumen terhadap produk yang berkelanjutan disebabkan tidak adanya edukasi dari pelaku industri.
Baca lebih lajut »
Shared Responsibility Dorong Serapan Minyak Sawit Berkelanjutan di RIRSPO ingin mendorong upaya semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok minyak sawit untuk mentransformasi pasar.
Baca lebih lajut »