RSPO ingin mendorong upaya semua pemangku kepentingan dalam rantai pasok minyak sawit untuk mentransformasi pasar.
Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang menjelaskan bahwaatau Tanggung Jawab Bersama bukan merupakan konsep baru bagi RSPO dan telah menjadi bagian kode etik anggota RSPO selama lima tahun. Setelah revisi Prinsip dan Kriteria pada 2017, hingga saat ini para pemangku kepentingan mengidentifikasi bahwa konsepperlu diidentifikasi dan dikembangkan lebih lanjut. “Selama 14 tahun terakhir, kita telah melihat pertumbuhan impresif produksi minyak sawit berkelanjutan dari anggota kami.
WWF mempromosikan penggunaan produk minyak sawit berkelanjutan di pasar domestik maupun pasar internasional, serta memberikan informasi relevan kemana pembeli bisa memperoleh sumber minyak sawit berkelanjutan dalam rangka mendukung pelaku pasar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Desa di Banyuwangi Nyalakan 7.500 Lampu Minyak Peringati HUT RI ke-75Ada yang unik peringatan HUT ke-75 RI di Banyuwangi. Warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, menyalakan 7.500 lampu minyak di tepian jalan sepanjang 750 meter. HUTRI Banyuwangi
Baca lebih lajut »
Australia Catat Kenaikan Terendah Kasus Covid-19 |Republika OnlineAustralia melihat akan ada tren penurunan kasus yang berkelanjutan.
Baca lebih lajut »
Rayakan Hari Kemerdekaan, Aim Berenang Seberangi Laut Perbatasan RI-MalaysiaSelama dua jam, Aim berenang di laut perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Utara sejauh 1,864 mil.
Baca lebih lajut »
Upacara HUT Kemerdekaan RI dengan Pakaian Adat dan Protokol Kesehatan di KemenkesUpacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kemenkes bertempat di Aula Siwabessy.
Baca lebih lajut »
Masa Pandemi, Begini Perayaan HUT Kemerdekaan RI di Amerika |Republika OnlinePeringatan HUT Kemerdekaan RI di KBRI di Washington, D.C.
Baca lebih lajut »
Tak Hanya Jakarta, Perkantoran Asia Pasifik Anjlok 56 PersenMenyusul laporan Colliers International yang menunjukkan tingkat serapan pada Kuartal II-2020 anjlok 56 persen di 19 pasar perkantoran Asia Pasifik.
Baca lebih lajut »