Dua artefak dari Thailand yang diyakini pernah dicuri selama perang Vietnam, pada Senin (31/5/2021) dikembalikan dari AS dan dipamerkan di Bangkok.
Itthiphol lalu mengatakan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan apakah mereka akan dibawa ke museum lokal yang lebih kecil di provinsi Buriram dan Sa Kaeo, yang berbatasan dengan Kamboja.
Artefak balok lintel itu memiliki fitur yang memiliki ciri khas dari kuil Kamboja yang terkenal, menunjukkan pengaruh dan jangkauan Kerajaan Khmer kuno. Lalu, diyakini telah dicuri dari Thailand antara 1958 dan 1969. Saat musik yang mengiringi dikembalikannya artefak itu ke Thailand menyentak, penari tradisional dengan gaun berbintik-bintik emas danDalam upacara itu juga terlihat berbagai menara buah-buahan yang dipajang sekitar karangan bunga, yang dipersembahkan untuk para dewa agar melindungi artefak tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Presenter Ini Diejek karena Umumkan Kematian William Shakespeare... Terlambat 400 TahunWilliam Shakespeare yang adalah dramawan legendaris Inggris meninggal pada 1616, lebih dari 400 tahun silam.
Baca lebih lajut »
Kemenkes Perluas Sasaran Vaksinasi ke Kelompok Pra LansiaKemenkes memperluas sasaran vaksinasi ke kelompok pra lansia yang dimulai dari usia 50 tahun ke atas.
Baca lebih lajut »
Di Surabaya, Lebih dari 6.000 Keluarga Buang Air Besar SembaranganDi usianya ke 728 tahun, Surabaya masih menghadapi masalah dasar, yakni sanitasi masyarakat. Saat ini lebih dari 6.000 keluarga tidak punya jamban atau berkategori buang air besar sembarangan. Nusantara AdadiKompas s03bro
Baca lebih lajut »
Tes Wawasan Kebangsaan, KPK Jalankan Amanat UUAmplifikasi persoalan TWK di ruang publik menjadikan isu itu bergeser menjadi narasi yang mematikan KPK, padahal masih terdapat lebih dari 1.000 pegawai lain.
Baca lebih lajut »
215 Jasad Anak Ditemukan di Lahan Bekas Sekolah AsramaKabar duka ini tentunya memicu emosi yang kuat di seluruh Kanada, terutama di komunitas adat. Beberapa di antara korban bahkan baru berusia tiga tahun.
Baca lebih lajut »