Sindikat peredaran narkoba menjalankan modus dengan cara-cara yang beragam.
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Kecamatan Sukmajaya dan Beji menjadi wilayah yang cukup rawan peredaran narkoba di Kota Depok. Hal itu terungkap dalam diskusi Asistensi Penguatan Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Wisma Hijau, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Rabu .
"Jadi perlunya peran penting masyarakat dalam pengawasan di lingkungan untuk mencegah peredaran narkoba. Diperlukan relawan dari masyarakat," ujar Rina. "Seorang penguna narkoba harus dirangkul dan diberdayakan sehingga tak terjadi diskriminasi terhadap mantan pengguna narkoba. Kami telah memberdayakan para mantan pengguna narkoba dengan mengikutsertakan dalam bentuk pelatihan. Hingga kini mereka telah bekerja dan membuka usaha sendiri," jelas Rina.
Camat Sukmajaya, Tito Ahmad Riyadi mengakui, memang kasus penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Sukmajaya terbilang banyak dan perlu diwaspadai.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Pohon Tumbang di Depok |Republika OnlineHujan disertai angin melanda Kota Depok selama satu jam.
Baca lebih lajut »
Rabu Nanti, Selama 24 Jam Air PDAM Depok tak Mengalir |Republika OnlineAir tak akan mengalir di wilayah Kecamatan Sukmajaya dan Cimanggis.
Baca lebih lajut »
Ini Alasan Mengapa Depok Rawan Penyebaran Covid-19 |Republika OnlineDepok berbatasan langsung dengan Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Bogor.
Baca lebih lajut »
Ini Penyebab Depok Rawan Penularan Covid-19 |Republika OnlineSekitar 1 juta warga Depok mencari nafkah di Jakarta dan rata-rata berusia produktif.
Baca lebih lajut »
Depok Larang Perayaan dan Perlombaan HUT Kemerdekaan RI |Republika OnlineIni guna mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kota Depok.
Baca lebih lajut »
Pembayaran PBB di Depok Diperpanjang, Catat Tanggalnya |Republika OnlineBiasanya, jatuh tempo pembayaran PBB setiap tahunnya pada 31 Agustus.
Baca lebih lajut »