Bagian tangan dan kaki, sudah jauh dari suhu tubuh inti.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Budi Santoso menerangkan, alasan mengapa alat pengukuran suhu dengan termometer tembak diarahkan ke dahi. Menurut Budi, hal itu dilakukan karena bagian dahi memiliki suhu mendekati temperatur tubuh inti. Baca Juga "Memang tujuannya ingin mengetahui suhu tubuh yang paling mendekati dengan suhu bagian dalam tubuh," katanya dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 yang diadakan di Graha BNPB, Jakarta, Jumat .
Bagian kepala dan badan, kata dia, memang suhu tubuhnya paling mendekati dengan suhu tubuh inti. Bagian tangan dan kaki, kata dia, sudah jauh dari suhu tubuh inti.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Satgas Penanganan Covid-19: 'Thermo Gun' Tidak Merusak OtakSinar inframerah yang dikeluarkan thermo gun tidak berbahaya untuk mengukur suhu tubuh di dahi.
Baca lebih lajut »
Jubir satgas COVID-19 jelaskan soal tingginya tingkat kematian nakes'Perlu diketahui Indonesia memiliki ketimpangan rasio tenaga kesehatan, maka dari itu sejak awal penanganan COVID-19 kami sangat menitikberatkan perlindungan tenaga kesehatan sebagai prioritas utama,' Nakes
Baca lebih lajut »
Satgas: 7 Kandidat Vaksin Covid-19 Sudah Masuk Uji Klinis Tahap 3Saat ini, sudah ada tujuh kandidat vaksin virus corona (Covid-19) di seluruh dunia yang sudah masuk dalam tahap uji klinis tahap 3.
Baca lebih lajut »
Satgas Covid-19 Akui Kemampuan Contact Tracing Masih RendahJuru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui, kemampuan contact tracing atau penelusuran kontak di Indonesia masih rendah.
Baca lebih lajut »
Jubir satgas COVID-19: Ada 208 kandidat vaksin COVID-19Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan hingga saat ini ada 208 kandidat vaksin COVID-19 di berbagai tahapan yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara. Vaksin COVID19
Baca lebih lajut »