Satgas Covid-19 akan kaji ulang aturan yang wajibkan rapid test untuk perjalanan.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sedang mengkaji efektivitas rapid test dan swab test bagi pelaku perjalanan demi mencegah penularan infeksi virus corona. Juru Bicara Satgas, Wiku Adisasmito, menyebutkan bahwa hasil kajian segera disampaikan kepada publik bila sudah rampung nanti.
Seperti diketahui, calon penumpang harus menunjukkan hasil rapid test Covid-19 nonreaktif atau hasil swab test negatif untuk melanjutkan perjalanan dengan pesawat terbang atau kereta api. Hasil tes sendiri berlaku untuk 14 hari. Namun penerapan syarat rapid test bagi pelaku perjalanan ini dianggap tidak efektif karena kerap terjadi false negative pada hasilnya. Sejumlah pihak pun mulai mendorong pemerintah untuk menghapuskan aturan tentang rapid test ini.
Dalam kesempatan yang sama, Wiku juga merespons tudingan bahwa kebijakan rapid test sengaja dibuat untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu, terutama BUMN dan perusahaan swasta yang mengimpor alat rapid test dalam jumlah banyak. Menurutnya, pemerintah sudah cukup tegas dengan membatasi tarif atas layanan rapid test sebesar Rp 150 ribu.
"Untuk menghindari bussiness fraud, Kemenkes merilis aturan tersebut. Harga tertinggi adalah Rp 150 ribu untuk individu. Kami masih bekerja keras untuk memperluas kapasitas PCR test sampai 30.000 tes per hari. Dan memastikan sesuai dengan standar WHO dengan mengembangkan alat tes sendiri," katanya. BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Obat Covid-19 Unair Diragukan Pakar, Ini Tanggapan Satgas Covid-19'Pasti Universitas Airlangga dalam menjalankan tes dan uji klinis dari obat yang dikembangkan telah melalui kaji etik,' kata Wiku.
Baca lebih lajut »
Satgas Minta Unair Transparan Soal Kaji Etik Obat Covid-19 |Republika OnlineSatgas meminta pihak Unair transparan soal alur riset dan uji klinis obat Covid-19.
Baca lebih lajut »
Konsorsium Riset Covid-19 Tegaskan, Belum Ada Obat Covid-19 di DuniaKetua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemeristek/BRIN menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada obat yang spesifik untuk Covid-19 di dunia.
Baca lebih lajut »
Update Covid-19: Tambah 1.821, Kasus Positif Covid-19 di Indonesia Jadi 141.370Penambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 1.821 ini didapat dari hasil pemeriksaan spesimen sebanyak 12.453.
Baca lebih lajut »
Satgas Minta Unair Jelaskan Kajian Obat Covid-19 |Republika OnlineSatgas menegaskan transparansi riset obat Covid-19 sangat penting.
Baca lebih lajut »
Satgas yakin Unair Uji Klinis Obat Covid-19 dengan LayakSatgas yakin Unair Uji Klinis Obat Covid-19 dengan Layak. Sampai sekarang belum ada izin edar dari BPOM untuk obat tersebut karena masih dalam uji klinis.
Baca lebih lajut »