S&P 500 turun 0,4 persen menjadi 3.374,85 setelah perdagangan hari sebelumnya mencapai rekor baru.
Dow Jones Industrial Average turun 85,19 poin, atau 0,3 persen menjadi 27.692,88. Komposit Nasdaq melemah 0,6 persen menjadi 11.146,46.
The yang Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah bulan lalu mencatat bahwa ekonomi masih membutuhkan dukungan moneter.Pernyataan itu membuat S&P 500 tergerus dari rekor intraday di awal sesi. Dow dan Nasdaq juga berubah negatif setelah risalah dirilis. Sementara imbal hasil obligasi dan dolar AS naik setelah rilis itu. Adapun harga emas jatuh karena berita tersebut.
"Perusahaan juga telah melakukan pekerjaan baik dengan bersikap positif terhadap pemegang saham," kata Hogan, mengacu pada pemecahan saham Apple yang baru-baru ini diumumkan, dividen. Sementara kasus Covid-19 di AS cenderung lebih rendah. Namun pejabat setempat berhati-hati ketika siswa mulai kembali ke sekolah dan kampus. Beberapa perguruan tinggi terpaksa beralih ke pembelajaran online karena wabah.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
S&P 500 Menguat Didorong Sektor KonsumsiS&P 500 naik 0,3 persen dan ditutup pada 3.381,99. Nasdaq Composite naik 1 persen menjadi 11.129,73.
Baca lebih lajut »
Malaysia Luncurkan Sukuk 500 Juta Ringgit |Republika OnlineSukuk tersebut akan ditawarkan pada platform perbankan digital hingga 17 September.
Baca lebih lajut »
S&P 500 Tembus Rekor Tertinggi PrapandemiS&P 500 naik 0,3 persen ke 3.393,52, melebihi level tertinggi intraday sebelumnya yang dicapai pada 19 Februari lalu.
Baca lebih lajut »
Wall Street Hijau, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Rekor TertinggiIndeks S&P ditutup naik 0,2 persen menjadi 3.389,78.
Baca lebih lajut »
S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang SejarahIndeks saham S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta).
Baca lebih lajut »
Bursa Asia Mixed Seiring S&P 500 Sentuh Rekor TertinggiDi Jepang, Nikkei 225 merosot 0,31 persen pada awal perdagangan.
Baca lebih lajut »