Fadli mengatakan, anggota dewan di level pusat tidak menggunakan pin emas seperti DPRD DKI Jakarta.
Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengomentari polemik pin emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta yang dianggarkan Rp 1,3 miliar.
"Ini bukan pin emas, ini KW ," kata Fadli sambil tertawa sambil menunjukkan pin yang dipakainya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis .Fadli menuturkan, pin yang dipakai anggota DPR RI bukanlah permintaan para legislator. Pihak Sekretariat Jenderal DPR RI yang telah mengaturnya.Politikus Partai Gerindra itu menyebut, pin yang digunakan legislator di DPR RI harganya tidak semahal pin emas DPRD DKI.
Delapan kader PSI yang berhasil lolos menjadib anggota DPRD DKI Jakarta 2019-2024 menolak pin emas tersebut. Mereka menyarankan anggaran pengadaan pin emas diarahkan untuk hal yang lebih produktif. 3 dari 3 halamanSaksikan juga video menarik berikut ini:Sejumlah pihak berencana kembalikan pin emas DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024. Pin emas yang gunakan anggaran Rp1,3 miliar itu dinilai hamburkan anggaran.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
PSI Tolak PIN Emas Anggota DPRD DKI 2019-2024Setiap anggota DPRD DKI Jakarta akan mendapatkan pin emas dengan kadar 22 karat.
Baca lebih lajut »
DPRD Minta Pemprov DKI Tanam 'Sakura' Seperti di Surabaya'Jangan sampai, Bu Risma bisa mendatangkan bunga sakura, masa ibu (Suzi) nggak?' ucap Anggota DPRD DKI Fraksi Hanura, Abdul Canter. PemprovDKI DPRDDKI
Baca lebih lajut »
PDIP dan PSI Akan Kembalikan Pin Emas Anggota DPRD DKIPDIP dan PSI berencana mengembalikan pin emas penanda anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 karena dinilai menghamburkan keuangan negara.
Baca lebih lajut »
Atribut Pin Emas 22 Karat Anggota DPRD DKI JakartaDKI menganggarkan Rp 1,3 miliar untuk pengadaan pin emas 106 anggota DPRD.
Baca lebih lajut »
Gerindra Tantang PSI Tolak Gaji dan Fasilitas DPRD DKITantangan kepada PSI dilontarkan karena partai anyar itu menolak anggaran pengadaan PIN berlapis emas 22 karat untuk anggota dewan terhormat
Baca lebih lajut »