'Setahu saya badai sitokin ini membuat orang meninggal. Kondisinya pada saat itu panas demam, badan sakit semua, kecewa sekali,' tutur Deddy.
"Saya ketemu dokter Gunawan, dia bilang ini memburuk, ketika di cek CT toraks sudah 60 dan keadaannya masuk ke momen badai sitokin," kata Deddy.Terkena badai sitokin, Deddy tidak diperbolehkan pulang dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.ini membuat orang meninggal, kondisinya pada saat itu panas demam, badan sakit semua, kecewa sekali," tutur Deddy.
Ayah satu anak itu mengaku kecewa karena tak menyangka orang sepertinya yang selalu menjalani hidup sehat bisa terinfeksi virus corona bahkan sampai mengalami badai sitokin. "Saya olahraga tiap hari, vitamin D saya tinggi, zinc saya tinggi, saya bisa kena tanpa gejala, lalu minggu kedua, hancur saya," ucap Deddy.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dua Minggu Tak Aktif, Deddy Corbuzier: Saya Sakit, Kena Covid-19Deddy Corbuzier mengungkapkan dia sakit parah akibat terinfeksi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Kena Covid-19, Deddy Corbuzier Mengaku Kritis dan Hampir MeninggalDua pekan setelah dinyatakan positif Covid-19 Deddy Corbuzier mengalami demam cukup tinggi meskipun hasil tesnya sudah negatif.
Baca lebih lajut »
Kabar Mengejutkan Deddy Corbuzier, Sempat Kritis-Hampir Meninggal Akibat CoronaSelebriti Dedy Corbuzier membuat kabar mengejutkan setelah rehat dari media sosial. Ternyata kondisi kesehatannya sempat memburuk akibat COVID-19.
Baca lebih lajut »
Dua Minggu Tak Aktif, Deddy Corbuzier: Saya Sakit, Kena Covid-19Deddy Corbuzier mengungkapkan dia sakit parah akibat terinfeksi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Kena Covid-19, Deddy Corbuzier Mengaku Kritis dan Hampir MeninggalDua pekan setelah dinyatakan positif Covid-19 Deddy Corbuzier mengalami demam cukup tinggi meskipun hasil tesnya sudah negatif.
Baca lebih lajut »
Studi: AstraZeneca Mampu Kurangi Kasus Covid-19 yang Parah |Republika OnlineBerdasarkan data, penerima Astrazeneca tidak ada yang alami ibfeksi Covid-19 parah
Baca lebih lajut »