Berdasarkan data, penerima Astrazeneca tidak ada yang alami ibfeksi Covid-19 parah
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Berdasarkan studi terbaru, vaksin AstraZeneca menunjukkan penurunan yang signifikan bagi infeksi Covid-19 bergejala parah di antara penerima.
“Data PROVENT menunjukkan bahwa satu dosis AZD7442, yang diberikan dalam bentuk intramuskular, dapat dengan cepat dan efektif mencegah gejala Covid-19,” kata Myron Levin, profesor pediatri dan kedokteran di University of Colorado yang melakukan uji coba, dikutip salon, Sabtu . Dikatakan Levin, obat ini secara teknis memang bukan vaksin, tetapi masih dirancang untuk menimbulkan respons kekebalan terhadap Covid-19, dan memberikan perlindungan berkelanjutan terhadap virus. Dua Antibodi Kerja Panjang––dilambangkan sebagai LAAB––adalah tixagevimab dan cilgavimab, yang keduanya berasal dari plasma pemulihan pasien Covid-19.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Rentan Tertular Covid-19, Ibu Hamil Diminta Tak Ragu Ikut Vaksinasi Covid-19Capaian vaksinasi Covid-19 terhadap ibu hamil secara nasional baru mencapai 0,1 persen dari target 11,27 juta jiwa. Percepatan vaksinasi sangat diperlukan untuk meningkatkan imunitas dari penularan virus korona baru. Nusantara AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Setelah 3 Bulan, Vaksin Pfizer dan AstraZeneca Tak Ampuh Cegah Covid-19Tingkat kemanjuran vaksin Covid-19 hanya sampai tiga bulan setelah dosis kedua meski masih tetap cara terbaik mencegah infeksi. Ini alasan banyak negara untuk memberikan vaksin dosis ketiga atau vaksin penguat. Internasional AdadiKompas
Baca lebih lajut »
Indonesia Terima 2,5 Vaksin COVID-19 dari Pfizer dan AstraZenecaIndonesia kembali menerima sebanyak 2,5 juta vaksin COVID-19. Kedatangan vaksin melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (19/8/2021)....
Baca lebih lajut »
Kedatangan Vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca Lewat Jalur KomersialMelalui jalur komersial, pemerintah akan mendatangkan empat jenis vaksin yaitu Sinovac, AstraZeneca, Pfizer, dan Novavax
Baca lebih lajut »
UPDATE 19 Agustus: Jakarta Tambah 513 Kasus, 34 Pasien Covid-19 MeninggalData yang disampaikan pemerintah pada Kamis (19/8/2021), ada penambahan 513 kasus di Jakarta.
Baca lebih lajut »