Plasma Darah Belum Terbukti Efektif untuk Obati Pasien Covid-19

Indonesia Berita Berita

Plasma Darah Belum Terbukti Efektif untuk Obati Pasien Covid-19
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 22 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 12%
  • Publisher: 63%

Periset di seluruh dunuia sedang mempelajari apakah penggunaan plasma darah yang diambil dari pasien virus corona yang sudah sembuh bisa digunakan sebagai obat, atau untuk mencegah penularan penyakit

Ribuan pasien virus corona di banyak rumah sakit telah diberi infus plasma darah seperti itu, termasuk 20 ribu orang di Amerika. tapi tidak banyak bukti yang menunjukkan ada hasilnya. Sebuah studi di China belum lama ini tidak menunjukkan hasil yang jelas, dan studi yang diadakan di New York hanya memberikan sedikit petunjuk yang positif.Tubuh manusia, kalau menemukan kuman baru, akan memproduksi apa yang disebut antibodi, untuk melawan infeksi itu, dan antibodi ini ditemukan dalam plasma darah.

Universitas John Hopkins di Amerika sedang megadakan studi besar untuk menentukan apakah infus plasma darah segera setelah orang terpapar virus corona bisa mencegah infeksi itu. Para periset Johns Hopkins telah merekrut pekerja kesehatan dan orang-orang lain yang terpapar virus itu untuk melihat apakah infus plasma darah ada hasilnya. Kata dr Shmuel Shoham, ini dilakukan karena vaksin Covid-19 sampai sekarang belum ada.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Butuh Darah Biru Kepiting untuk Uji Keamanan Vaksin Covid-19 |Republika OnlineButuh Darah Biru Kepiting untuk Uji Keamanan Vaksin Covid-19 |Republika OnlinePermintaan darah kepiting tapal kuda meningkat untuk penelitian vaksin Covid-19.
Baca lebih lajut »

Risiko Golongan Darah O Tertular Covid-19 Lebih Kecil - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coRisiko Golongan Darah O Tertular Covid-19 Lebih Kecil - Ilmu dan Teknologi - koran.tempo.coMemahami faktor genetika dapat membantu mempercepat pengembangan obat.
Baca lebih lajut »

Aksi Pesawat Militer Amerika Ini Bikin Tiongkok Naik Darah, Provokasi SeriusAksi Pesawat Militer Amerika Ini Bikin Tiongkok Naik Darah, Provokasi SeriusTiongkok mengutuk militer AS atas penerbangan provokatif salah satu pesawatnya di atas Taiwan. Beijing mengatakan penerbangan itu melanggar kedaulatan Tiongkok dan hukum internasional PesawatTempur
Baca lebih lajut »

RS Darurat Covid-19 di Simprug Beroperasi, Juga Layani Ibu Hamil dan Cuci DarahRS Darurat Covid-19 di Simprug Beroperasi, Juga Layani Ibu Hamil dan Cuci DarahRumah sakit darurat Covid-19 itu merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP).
Baca lebih lajut »

Studi: Golongan Darah Ini Kemungkinan Lebih Kebal Terhadap Covid-19Studi: Golongan Darah Ini Kemungkinan Lebih Kebal Terhadap Covid-19Golongan darah tertentu kemungkinan lebih memberikan perlindungan terhadap serangan dari virus corona (Covid-19).
Baca lebih lajut »

Fakta Dokter Miftah yang Meninggal karena Covid-19, Sempat Terapi PlasmaFakta Dokter Miftah yang Meninggal karena Covid-19, Sempat Terapi PlasmaDekan FK Unair Prof Soetojo mengatakan dr Miftah adalah pembelajar, pekerja keras, dan sosok dokter yang pantang meyerah saat tangani pasien Covid-19.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 08:15:08