Seorang lelaki Yahudi tewas sewaktu terjadi bentrokan dengan kekerasan di Lod, Israel. Kematiannya membawa kehidupan baru bagi seorang perempuan Arab yang telah lama menunggu datangnya donor ginjal.
Yigal Yehoshua, seorang lelaki Yahudi berusia 56 tahun, meninggal dunia pertengahan Mei lalu. Ia tewas setelah dilempari batu, di tengah-tengah kerusuhan antara warga Arab dan Yahudi di kota Lod, Israel, yang warganya berasal dari beragam latar belakang etnik.
Namun setelah bentrok berhari-hari, siang dan malam, ada momen langka mengenai harapan persatuan, ketika Randa Aweis, yang berusia 58 tahun, menerima salah satu ginjal Yehoshua setelah menunggu donor selama 10 tahun. “Setelah 10 tahun, saya katakan pada diri sendiri. Cukup. Tak ada ginjal. Saya tak menginginkannya. Pekan lalu hari Senin, saya menjalani cuci darah, lalu saya pulang. Setiba di rumah, saya menerima telepon dari Hadassah. Saya tak bisa mempercayainya. Sungguh, saya benar-benar tak percaya," kata Aweis ketika ditemui baru-baru ini Hadassah Medical Center di Yerusalem.
Mereka juga memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan warga Palestina dan kebanyakan mengidentifikasi diri sebagai pendukung gerakan Palestina, membuat banyak warga Israel keturunan Yahudi memandang mereka dengan penuh kecurigaan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Imperialisme Yahudi di PalestinaSETELAH terlibat pertempuran sengit sejak Senin (10/5), kini Palestina dan Israel menyepakati gencatan senjata.
Baca lebih lajut »
Jurnalis Wanita Arab Paling Banyak Alami Kekerasan Virtual |Republika OnlineKekerasan online terhadap perempuan sedang berkembang dan menjadi fenomena global.
Baca lebih lajut »
Turis AS Hingga Inggris Sudah Boleh Masuk Arab Saudi 30 MeiPemerintah Arab Saudi kembali mengizinkan turis dari 11 negara masuk per 30 Mei 2021 di tengah pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »
Filipina Cabut Larangan Bekerja di Arab Saudi, Menteri Tenaga Kerja Minta MaafData pemerintah menunjukkan bahwa Arab Saudi adalah tujuan paling disukai pekerja Filipina di luar negeri pada 2019 Filipina
Baca lebih lajut »
Warga AS hingga Jepang Diizinkan Masuk Arab Saudi Mulai 30 MeiArab Saudi mengizinkan masuknya warga dari 11 negara mulai dari 30 Mei. Simak selengkapnya:
Baca lebih lajut »
Filipina Mencabut Larangan Pengiriman Pekerja ke Arab SaudiFilipina pada hari Sabtu (29/5) mengatakan pekerja negaranya dapat kembali bekerja di Arab Saudi. Manila membatalkan larangan penempatan pekerja singkat setelah Kerajaan Saudi mengatakan mereka tidak akan dikenakan biaya untuk tes COVID-19 dan karantina pada saat kedatangan. 'Pekerja kami yang...
Baca lebih lajut »