Korwil PHK2I Jateng berpendapat untuk menyelesaikan masalah honorer K2 tidak akan menghabiskan anggaran negara. honorerK2
jpnn.com, JAKARTA - Di tengah pandemi COVID-19, pendapatan pemerintah masih cukup besar. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pendapatan negara hingga Juli 2020 mencapai Rp 922,2 triliun. Pendapat negara yang cukup tinggi itu membuat honorer K2 berharap banyak. "Alhamdulillah pendapatan negara masih cukup banyak meski pandemi COVID-19.
Baca Juga: Dari perhitungannya, untuk menyelesaikan honorer K2, pemerintah tidak butuh dana besar. Pemerintah hanya menyisihkan dana Rp 33 triliun untuk mengangkat 400 ribuan honorer K2 menjadi PNS. "Masih cukup banyak lah sisa anggaran negara kalau dikurangi dana untuk honorer K2," ucapnya.Baca Juga: Dia menambahkan, di usia kemerdekaan RI ke-75, honorer K2 masih terus berjuang mendapatkan status Aparatur Sipil Negara .
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Dari Rp 20 Triliun, Insentif Kartu Prakerja Sudah Cair Rp 5,3 TriliunKementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran insentif program Kartu Prakerja mencapai 5,3 triliun hingga 19 Agustus. KartuPraKerja via detikfinance
Baca lebih lajut »
Pendapatan PLN Anjlok Rp 3 Triliun per Bulan |Republika OnlineTurunnya pendapatan PLN karena konsumsi listrik nasional merosot tajam.
Baca lebih lajut »
Wika Kejar Terget Kontrak Baru Rp 21,3 Triliun hingga Akhir 2020PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) target untuk mendapatkan kontrak baru sebesar Rp 21,37 triliun sepanjang 2020
Baca lebih lajut »
Di Tengah Pandemi, Pembiayaan Fintech Tembus Rp 113,46 Triliunpembiayaan fintech dapat mendorong perekonomian di masyarakat yang belum tersentuh layanan keuangan.
Baca lebih lajut »
Semester I 2020, Pertamina Rugi Rp 11,327 Triliun |Republika OnlinePada semester I 2019, Pertamina membukukan keuntungan.
Baca lebih lajut »
BI Serap SBN Rp 125 Triliun di Pasar PerdanaPosisi kepemilikan SBN oleh BI per 14 Agustus 2020 sebesar Rp 536,67 triliun (data transaksi).
Baca lebih lajut »