Sejak tahun 2017, OJK telah menghentikan sebanyak 787 entitas investasi ilegal.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG – Otoritas Jasa Keuangan menyatakan, masa pandemi Covid-19 yang sudah berlansung lima bulan terakhir, membuat pelaku investasi ilegal makin marak. Hingga Juli 2020, Satgas Waspada Investasi telah menyetop investasi ilegal 160 entitas .
Dia mengatakan, sebelumnya Satgas Waspada Investasi sudah menghentikan 99 entitas ilegal pada Juli 2020, sehingga total entitas investasi ilega yang telah dihentikan selama tahun ini sebnyak 160 entitas. Selain itu, satgas telah menemukan kembali 105 fintech peer to peer lending ilegal yang menawarkan pinjaman ke masyarakat melalui aplikasi dan pesan singkat di telepon genggam.
Berdasarkan data per 5 Agustus 2020, terdapat 158 perusahaan fintech peer to peer lending yang terdaftar/berizin di OJK sesuai POJK Nomor 77/POJK.01/2016 tertanggal 28 Desember 2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang berbasis Teknologi Informasi, dengan rincian sebanyak 33 perusahaan yang telah mengantongi izin OJK dan 125 perusahaan yang telah terdaftar.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
OJK Catat 6,73 Debitur Lakukan Restrukturisasi Kredit hingga Juli 2020Menurut data OJK, debitur UMKM yang telah mengajukan restrukturisasi kredit mencapai 5,38 juta dengan nominal Rp 330,27 triliun.
Baca lebih lajut »
OJK dan Pelaku Usaha Genjot Pemulihan Ekonomi Daerah |Republika OnlineKetua DK OJK kunjungi dua provinsi dan bertemu para pelaku usaha
Baca lebih lajut »
OJK Cabut Izin Usaha BPR LuganoOJK mencabut izin usaha BPR Lugano disebabkan kelemahan pengelolaan manajemen BPR yang tidak memperhatikan prinsip kehati-hatian.
Baca lebih lajut »
Layanan Posyandu di Ambon Dibatasi di Masa Pandemi Covid-19 |Republika OnlinePelayanan dari rumah ke rumah untuk imunisasi bayi atau balita.
Baca lebih lajut »
Kiat Sukabumi Bangkitkan Ekonomi di Masa Pandemi |Republika OnlineHarapannya pelaku UMKM semakin berkualitas dan profesional dalam menjalankan usahanya
Baca lebih lajut »
Cara Brand Lokal Tetap Bertahan di Masa Pandemi |Republika OnlineIbu-ibu dirangkul agar mendapatkan pemasukan tambahan.
Baca lebih lajut »