Terdapat ketergantungan yang besar pada financial technology (fintech) dan inovasi untuk bertahan dari krisis saat ini dan mempercepat proses pemulihan ekonomi.
Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri financial technology terus memperluas keberadaannya dalam memajukan industri jasa keuangan. Termasuk meningkatkan perannya dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.
“Dengan tersedianya akses keuangan dan bantuan sosial yang tersalurkan dengan baik dari Pemerintah melalui teknologi, kami berharap dapat membantu para ultra mikro, UMKM dan sektor informal untuk dapat bertahan dari krisis dan bangkit kembali,” kata Nurhaida. “Kami harapkan Digital Financial Literacy bisa mendukung peningkatan pertumbuhan angka literasi dan inklusi keuangan secara berkelanjutan,” katanya.
** Saksikan"Berani Berubah" di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
OJK: Pembiayaan Fintech P2P Sentuh Rp113,46 triliunHingga akhir Juni 2020 pembiayaan fintech telah mencapai Rp 113,46 triliun dengan jumlah peminjam mencapai 25,76 juta.
Baca lebih lajut »
OJK dan Malaysia Kerja Sama Kembangkan Keuangan Digital |Republika OnlineJK memiliki peta jalan inovasi keuangan digital dan rencana aksi tahun 2020-2024.
Baca lebih lajut »
Kembangkan Keuangan Digital, OJK Gandeng Securities Commission MalaysiaInovasi keuangan digital dapat memainkan peran penting khususnya saat pandemi ini.
Baca lebih lajut »
OJK Izinkan 6 Perusahaan Asuransi Jual Produk Lewat Daring |Republika OnlineSaat ini ada 4 perusahaan asuransi lagi yang dalam proses persetujuan OJK.
Baca lebih lajut »
OJK Resmikan Gedung Baru di Yogyakarta |Republika OnlineRestrukturisasi kredit DIY capai Rp 11,9 triliun
Baca lebih lajut »
OJK: Realisasi Restrukturisasi Kredit Capai Rp837,64 TriliunOtoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga 10 Agustus 2020 realisasi restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai Rp837,64 triliun dengan menjangkau 7,18 juta debitur.
Baca lebih lajut »