ORGANISASI untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) melihat prospek ekonomi dunia cerah, namun pemulihan kemungkinan akan tetap tidak merata
OECD memproyeksikan ekonomi dunia akan tumbuh 5,8 persen tahun ini dan 4,4 persen tahun depan, naik dari perkiraan awal masing-masing 5,6 persen dan empat persen.
Menurut laporan itu, prospek tampaknya cerah untuk ekonomi utama, tetapi pada pola kecepatan yang berbeda karena perbedaan antara negara mengenai strategi kesehatan masyarakat, kecepatan peluncuran vaksin, dukungan fiskal dan moneter. Menurut OECD, Produk domestik bruto China akan tumbuh 8,5 persen pada 2021 dan 5,8 persen pada 2022.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Menkeu Sri Mulyani Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8,2 Persen, PAN: Tidak RealistisGuspardi Gaus menilai target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Menke Sri Mulyani di angka 7,1 hingga 8,3 persen di kuartal II terlalu optimistis dan cenderung kurang realistis. pertumbuhanekonomi
Baca lebih lajut »
Waduh, Tiga Desa di Kangae, Sikkka, Tidak Punya Bidan DesaMeskipun di desa tersebut ada Posyandu dan Posyankes, namun tidak ada bidan desa yang bertugas.
Baca lebih lajut »
BI: Pertumbuhan Ekonomi 2022 Bisa 5,5 Persen, tapi Ada SyaratnyaBank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini berada di kisaran 4,1 sampai 5,1 persen
Baca lebih lajut »
Kantongi Vaksin Sinopharm Bikin Erick Thohir Pede Ekonomi Tumbuh 4-5% di Akhir 2021Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menerangkan, program vaksinasi nasional menjadi dasar target pertumbuhan ekonomi di kisaran 4-6% pada kuartal...
Baca lebih lajut »
OJK Optimistis Pemulihan Ekonomi Global BerlanjutOtoritas Jasa Keuangan mencatat pemulihan ekonomi global masih terus berlanjut seiring mulai pulihnya aktivitas perekonomian di negara-negara ekonomi utama dunia. OJK
Baca lebih lajut »
Dinkes Tasikmlaya Fokus Tangani Stunting di 22 DesaGangguan gizi kronis yang terjadi banyak mengakibatkan pertumbuhan anak tidak normal dan ini menjadi pekerjaan pemerintah daerah.
Baca lebih lajut »