Rusia terus mengamati perkembangan bantuan persenjataan Barat yang dikirim ke Ukraina, termasuk howitzer jarak jauh dan HIMARS. Kepala Delegasi Rusia
Kepala Delegasi Rusia untuk Perundingan Keamanan Militer dan Kontrol Senjata Konstantin Gavrilov mengatakan kepada saluran TV Rossiya-24, pada Kamis bahwa Moskow akan segera merespons jika terjadi penyerangan dengan persenjataan tersebut.
Gavrilov kemudian menyinggung bagaimana rudal Javelin banyak ditawarkkan lewat darknet atau jaringan gelap. Itu karena Ukraina banyak menerima pengiriman rudal tersebut dari AS sehingga memicu tingginya permintaan.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Update Perang Rusia vs Ukraina: Rusia Bunuh 300 Pasukan Ukraina di Svyatogorsk | Kabar24 - Bisnis.comDalam tiga hari pertempuran, kerugian pasukan Ukraina lebih dari 300 pasukan, 6 tank, 15 kendaraan tempur lapis baja dari berbagai jenis, 36 senjata artileri lapangan dan mortir.
Baca lebih lajut »
Enggan dukung perang di Ukraina, ketua rabi Moskow tinggalkan RusiaPemimpin rabi Moskow telah meninggalkan Rusia setelah mendapat tekanan untuk mendukung invasi di Ukraina, menurut kerabatnya.\r\n\r\nPinchas Goldschmidt, ...
Baca lebih lajut »
Lebih dari 1.000 Tentara Ukraina Dikirim ke Rusia untuk PenyelidikanLebih dari 1.000 tentara Ukraina yang menyerah di kota Mariupol telah dipindahkan ke Rusia untuk penyelidikan.
Baca lebih lajut »
PBB Susun Kesepakatan untuk Izinkan Ekspor dari Ukraina dan RusiaSekjen PBB Antonio Guterres mengatakan badan dunia itu tengah menyusun kesepakatan yang akan memungkinkan ekspor jutaan ton biji-bijian dan komoditas lainnya dari Ukraina dan Rusia. Guterres, Rabu (8/9) mengatakan bahwa Rebeca Grynspan, Sekjen Konferensi PBB mengenai Perdagangan dan...
Baca lebih lajut »
Disindir Soal Ukraina, Duta Besar Rusia Pilih Walk Out dari Pertemuan PBB - Pikiran-Rakyat.comDihadapan Duta Besar Rusia, Michel mengatakan Kremlin menggunakan pasokan makanan sebagai rudal siluman melawan negara-negara berkembang.
Baca lebih lajut »
Kemendikbud Ukraina Boikot 'War and Peace' karena Dianggap Muliakan Militer Rusia - Pikiran-Rakyat.comUkraina mengumumkan boikot terhadap buku karya Leo Tolstoy berjudul 'War and Peace' dan karya-karya lainnya yang dianggap memuliakan Rusia.
Baca lebih lajut »