Lumbung Pangan dan Kedaulatan Petani - Opini - koran.tempo.co

Indonesia Berita Berita

Lumbung Pangan dan Kedaulatan Petani - Opini - koran.tempo.co
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 korantempo
  • ⏱ Reading Time:
  • 51 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 24%
  • Publisher: 51%

Belum ada proyek lumbung pangan, dari era Soeharto hingga periode pertama Jokowi, yang berhasil. Harus ada perubahan paradigma. Opini KoranTempo

Ketika pandemi Covid-19 terjadi, pangan menjadi isu penting di semua negara, termasuk di Singapura, peringkat pertama dari 113 negara dalam Indeks Keamanan Pangan Global pada 2019. Pendapatan per kapita yang tinggi memungkinkan Negeri Singa membangun cadangan pangan yang sangat kuat berbasis impor. Bergantung pangan pada impor merupakan kekuatan sekaligus kelemahan. Ia menjadi kekuatan bila dalam situasi normal. Dalam situasi krisis, impor bisa berujung petaka.

Sebelum pandemi, pangan sudah dirundung aneka masalah. Pertama, impor delapan komoditas pangan penting terus naik, dari 21,9 juta ton pada 2014 menjadi 27,6 juta ton pada 2018. Pada 2018, nilai impor pangan mencapai US$ 16,8 miliar. Sejauh ini belum ada tanda-tanda impor bakal menurun. Kedua, konversi lahan pertanian ke nonpertanian terus berlangsung dan sepertinya belum ada formula buat menghentikannya.

Rencana Jokowi membangun lumbung pangan dalam skala luas di bekas proyek lahan pangan sejuta hektare di Kalimantan Tengah warisan era Presiden Soeharto pada 1995 bisa dimaknai sebagai bagian dari upaya memperluas lahan pangan. Jika ini berhasil, produksi pangan bisa digenjot dan impor bisa dikurangi.

Selama 400 tahun terakhir, evolusi pembangunan selalu dibimbing oleh jiwa yang meniadakan petani/masyarakat sebagai subjek pembangunan. Premis dasar kebijakan ini adalah usaha besar memiliki kapasitas lebih tinggi dari petani. Padahal bukti-bukti empiris menunjukkan sebaliknya.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

korantempo /  🏆 38. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Perlu Ada Rantai Pangan yang Adil buat Petani |Republika OnlinePerlu Ada Rantai Pangan yang Adil buat Petani |Republika Onlinedalam konteks pembelaan terhadap petani padi, tidak bisa lagi dengan pendekatan lama
Baca lebih lajut »

Kementan Jadikan HUT ke-75 RI Momentum Bangkitkan Korporasi Tanaman PanganKementan Jadikan HUT ke-75 RI Momentum Bangkitkan Korporasi Tanaman PanganKementan pengin menjadikan sektor pertanian sebagai garda terdepan pertahanan negara. Kementan
Baca lebih lajut »

Menakar Pangan Halal |Republika OnlineMenakar Pangan Halal |Republika OnlineMembanjirnya produk pangan impor tidak semuanya patuh terhadap pentingnya kehalalan.
Baca lebih lajut »

Pemerintah Pusat Minta Babel untuk Tingkatkan Ketahanan PanganPemerintah Pusat Minta Babel untuk Tingkatkan Ketahanan PanganMenurut Erzaldi, pemerintah pusat sangat mendukung kebijakan Pemprov Babel dalam memanfaatkan potensi yang ada untuk menjaga ketahanan pangan di Babel.
Baca lebih lajut »

Jaga Ketahanan Pangan, Kementan Bangun Embung di BrebesJaga Ketahanan Pangan, Kementan Bangun Embung di BrebesSetelah pembangun embung, produktivitas dan IP di Brebes meningkat dari 2 menjadi 3 kali pada areal seluas 180 hektar.
Baca lebih lajut »

Ketahanan pangan di Babel jadi perhatian Pemerintah Pusat |Republika OnlineKetahanan pangan di Babel jadi perhatian Pemerintah Pusat |Republika OnlinePemeriintah pusat dukung kebijakan Pemprov Babel memanfaatkan pangan lokal
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-03-28 01:54:43