Kredit Bermasalah Pinjol Fintech Lending Capai Rp1,42 Triliun per November 2022

Indonesia Berita Berita

Kredit Bermasalah Pinjol Fintech Lending Capai Rp1,42 Triliun per November 2022
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 Bisniscom
  • ⏱ Reading Time:
  • 35 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 59%

Kredit bermasalah atau tingkat wanprestasi (TWP) 90 fintech lending mencapai 2,83 persen dari total pinjaman.

Bagikan A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan mencatat kredit bermasalah atau non-performing loan perusahaan finansial berbasis teknologi atau financial technology lending dengan tunggakan lebih dari 90 hari mencapai Rp1,42 triliun per November 2022.

Lebih rinci, outstanding pinjaman kredit macet untuk perorangan didominasi oleh nasabah laki-laki dengan nilai outstanding pinjaman sebesar Rp640,35 miliar. Nilai outstanding pinjaman tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan periode Oktober 2022 yang mencapai Rp667,74 miliar. Jika ditinjau berdasarkan usia, meski mengalami tren yang menurun, nasabah di rentang usia 19–34 tahun masih menjadi kontributor utama pinjaman bermasalah di atas 90 hari, yakni Rp766,40 miliar.

Adapun secara total, outstanding pinjaman fintech lending per November 2022 tercatat sebesar Rp50,29 triliun yang terdiri dari perorangan sebesar Rp42,89 triliun dan badan usaha Rp7,4 triliun.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

Bisniscom /  🏆 23. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Lepas Portofolio Kredit Bermasalah, Bos BTN (BBTN) Tunggu Izin OJKLepas Portofolio Kredit Bermasalah, Bos BTN (BBTN) Tunggu Izin OJKBos BTN (BBTN) mengaku masih tunggu izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal rencana melepas portofolio kredit bermasalah (NPL).
Baca lebih lajut »

Tetap Fokus Biayai KPR, BTN Pasang Target Pertumbuhan Kredit 11 Persen di 2023Tetap Fokus Biayai KPR, BTN Pasang Target Pertumbuhan Kredit 11 Persen di 2023Target pertumbuhan kredit BTN pada 2023 penopang utamanya tetap dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Baca lebih lajut »

BTN Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 11 Persen pada 2023BTN Bidik Pertumbuhan Kredit hingga 11 Persen pada 2023Wakil Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut akan ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR), kredit komersial maupun kredit UKM.
Baca lebih lajut »

Ancelotti Akui Pernah Bermasalah dengan Gattuso di AC MilanAncelotti Akui Pernah Bermasalah dengan Gattuso di AC MilanGattuso bermain untuk Ancelotti selama delapan tahun di AC Milan, memenangkan satu gelar Serie A dan dua gelar Liga Champions.
Baca lebih lajut »

Pakar Hukum Tata Negara Sebut Penyidik Tunggal OJK Bermasalah dan Perlu DikoreksiPakar Hukum Tata Negara Sebut Penyidik Tunggal OJK Bermasalah dan Perlu Dikoreksi'Mestinya aparat penegak hukum (kepolisian) tetap diberikan kewenangan serupa, jadi conflict of interest bisa dihindari.'
Baca lebih lajut »

Jangan Terjebak yang Ilegal, Ini Daftar 102 Pinjol P2P Lending Legal Berizin OJK TerbaruJangan Terjebak yang Ilegal, Ini Daftar 102 Pinjol P2P Lending Legal Berizin OJK TerbaruSaat ini ada 102 pinjol peer-to-peer lending (P2P lending) legal dan berizin OJK.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 12:22:23