Rudi Kormas, perantau asal Sumatera Barat, baru tiba di Wamena sehari sebelum kerusuhan. Dia terpaksa kembali lagi ke kampung halaman untuk menghindari konflik.
"Saat kejadian itu listrik tiba-tiba padam, jaringan telekomunikasi seluler juga mati. Untung saya punya handy talky sehingga bisa memantau situasi yang terjadi," kata dia di Batusangkar dikutipdi Jalan Hom-Hom Wamena ini menceritakan sehari sebelum kejadian, Minggu , ia baru saja tiba di Wamena setelah pulang kampung selama beberapa bulan ke Tanah Datar. Ia mengontrak toko itu sejak 2015.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Kisah Perantau Minang Selamat dari Kerusuhan Wamena, 2 Jam di Atas AtapDia melihat asap di udara Wamena sudah menghitam, suara berondongan senjata juga terdengar di mana-mana. Wamena
Baca lebih lajut »
Warga Minang Bersatu Kumpulkan Rp 4,3 Miliar untuk Perantau di WamenaPenggalangan dana melalui rekening Sumbar Peduli Sesama masih dibuka untuk membantu warga Minang perantau yang masih berada di Wamena. Wamena
Baca lebih lajut »
Bantuan Untuk Perantau Minang di Wamena Capai Rp4,3 MiliarNasrul Abit mengapresiasi banyaknya donasi hingga melebihi target awal hanya Rp2,5 miliar menjadi Rp4,3 miliar. Dana tersebut untuk biaya pemulangan perantau Minang dengan kapal laut.
Baca lebih lajut »
134 perantau Minang di Wamena kembali ke PadangSebanyak 134 warga perantau Minang meninggalkan Wamena di Provinsi Papua untuk kembali ke kampung halaman di Provinsi Sumatera Barat dengan jalur ...
Baca lebih lajut »
134 Perantau Minang di Wamena Kembali ke SumbarKe-134 perantau dari Sumbar tersebut berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan
Baca lebih lajut »