Istana membantah isu yang berkembang bahwa mereka telah menyewa jasa influencer untuk ikut mempromosikan RUU Cipta Kerja
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah membantah isu yang berkembang bahwa mereka telah menyewa jasa influencer untuk ikut mempromosikan Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja, lewat tagar #Indonesiabutuhkerja. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan Abetnego Tarigan mengatakan tak mengetahui adanya kerja sama semacam itu.'Kami gak tahu tentang itu hal itu. Mungkin ditelusuri dari influencernya aja.
Ardhito misalnya di Twitter pribadinya mengatakan bahwa ia telah bertanya pada publicist yang mengajak bekerja sama tentang tagar itu. Namun saat itu sang publicist menyebut tidak ada isu kepentingan apapun dalam kampanye tersebut. Ia diberitahu bahwa tujuan kampanye tersebut hanya untuk menciptakan ketenangan di tengah pandemi.Melalui klarifikasi tersebut, Ardhito mengatakan akan mengembalikan pembayaran yang ia terima dari kampanye tagar tersebut.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Istana Bantah Pemerintah Bayar Artis untuk Promosikan RUU Cipta KerjaDonny Gahral Adiansyah menegaskan, pemerintah tidak pernah membayar artis atau influencer terkait RUU Cipta Kerja.
Baca lebih lajut »
Pembahasan RUU Cipta Kerja Berlanjut, YLBHI: DPR Tak Dengarkan Aspirasi RakyatKetua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati menilai, kinerja DPR periode saat ini merupakan yang terburuk sejak reformasi.
Baca lebih lajut »
Ternyata, Ini Alasan Menag Masukan Sertifikasi Halal ke RUU Cipta KerjaMenteri Agama berharap lembaga pemeriksa kehalalan diperbanyak tidak hanya MUI saja, melainkan ormas-ormas islam berbadan hukum, universitas, dan Sucofindo.
Baca lebih lajut »
Penolak RUU Cipta Kerja Hanya Kurang InformasiJika para buruh memahami kepentingan dan manfaat RUU Cipta Kerja secara lebih komprehensif, tidak ada alasan kuat buat mereka untuk menolak RUUCiptaKerja
Baca lebih lajut »
Azis Syamsuddin Terima Masukan Serikat Pekerja Terkait RUU Cipta KerjaAzis Syamsuddin mengharapkan kepada elemen masyarakat berperan aktif dalam memahami pembahasan RUU Cipta Kerja dengan selalu membuka situs resmi DPR di Badan Legislasi. DPRRI
Baca lebih lajut »