Penolak RUU Cipta Kerja Hanya Kurang Informasi

Indonesia Berita Berita

Penolak RUU Cipta Kerja Hanya Kurang Informasi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 jpnncom
  • ⏱ Reading Time:
  • 25 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 13%
  • Publisher: 59%

Jika para buruh memahami kepentingan dan manfaat RUU Cipta Kerja secara lebih komprehensif, tidak ada alasan kuat buat mereka untuk menolak RUUCiptaKerja

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Saiful Mujani Research and Consulting Sirojuddin Abbas mengatakan para pihak yang menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja belum tentu mengerti kepentingan dan manfaat besar dari aturan tersebut. "Yang menolak belum tentu mengerti kepentingan dan manfaat besar RUU itu," kata Abbas kepada wartawan, Kamis . Abbas mencotohkan penolakan dari kelompok buruh.

Baca Juga: Menurutnya, aturan yang ada saat ini menyulitkan perusahaan untuk merekrut tenaga-tenaga lebih produktif dengan keterampilan tinggi maupun saat saat terpaksa harus memberhentikan pekerja. "Pengusaha juga membutuhkan aturan perburuhan yang tidak terlalu memberatkan," ujarnya. Selain perusahaan, kata Abbas, pemerintah membutuhkan lebih banyak investasi dari para pengusaha. Menurutnya, investasi yang besar akan membuat lapangan kerja terbuka lebih banyak.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

jpnncom /  🏆 25. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

KPA Sebut RUU Cipta Kerja Berpotensi Memperparah Konflik AgrariaKPA Sebut RUU Cipta Kerja Berpotensi Memperparah Konflik AgrariaDalam RUU Cipta Kerja, kategori pengadaan tanah untuk pembangunan kepentingan umum bertambah empat poin.
Baca lebih lajut »

Ancaman terhadap Petani dan Potensi Konflik Agraria dalam RUU Cipta KerjaAncaman terhadap Petani dan Potensi Konflik Agraria dalam RUU Cipta KerjaRUU Cipta Kerja dinilai mengancam hidup petani, memperparah konflik agraria, memperbesar ketimpangan kepemilikan lahan dan praktik penggusuran.
Baca lebih lajut »

Pimpinan DPR Temui KSPI Bicarakan RUU Cipta Kerja | Republika OnlinePimpinan DPR Temui KSPI Bicarakan RUU Cipta Kerja | Republika OnlineAkan dibentuk tim bersama antara Panja Baleg bersama serikat pekerja bahas pasal
Baca lebih lajut »

KSPI Ikut Gabung Bahas RUU Cipta Kerja LagiKSPI Ikut Gabung Bahas RUU Cipta Kerja LagiKSPI memutuskan bergabung lagi dalam pembahasan RUU Cipta Kerja. Tapi, mereka gabung dengan tim DPR bukan pemerintah.
Baca lebih lajut »

Menko Airlangga Klaim RUU Cipta Kerja Selesai 75 PersenMenko Airlangga Klaim RUU Cipta Kerja Selesai 75 PersenMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pembahasan RUU Cipta Kerja sudah mencapai 75 persen lebih dan akan segera dituntaskan.
Baca lebih lajut »

MUI Sampaikan Masukan ke DPR Terkait Omnibus Law RUU Cipta KerjaMUI Sampaikan Masukan ke DPR Terkait Omnibus Law RUU Cipta KerjaMUI berharap pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja dilakukan transparan, dan MUI akan terus melakukan pemantauan. RUUCiptaKerja
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-06 10:34:36