Selama ini, ungkap Retno, Indonesia dan negara-negara Afrika terjebak dalam romantisme sejarah.
INDONESIA terus berupaya meningkatkan semangat kerja sama dengan seluruh negara di Afrika dan menginterpretasikan itu ke dalam kegiatan dan capaian ekonomi.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengungkapkan upaya tersebut dilakukan untuk melihat lebih detail kondisi sebenarnya di lapangan, potensi apa yang bisa dikerjasamakan dengan negara-negara Afrika. Afrika memiliki total populasi mencapai 1,2 juta jiwa. Jumlah tersebut tentunya sangat besar untuk menjadi pasar baru bagi Indonesia.
"Kita selalu merasa sangat dekat karena sudah menjalin hubungan sejak lama sampai-sampai kita lupa, kalau melihat statistik ekonomi, interaksi yang terjadi sangatlah rendah," ucap Retno.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Bidik Ekspor ke Afrika, Indonesia Jajaki Perdagangan dengan MozambikIndonesia akan menjadikan Mozambik sebagai pintu perdagangan di Afrika.
Baca lebih lajut »
Inka Bidik Pasar Ekspor Kereta ke AfrikaAfrika termasuk negara yang juga membutuhkan infrastruktur transportasi kereta api
Baca lebih lajut »
Beda dari yang Lain, di Afrika Selatan Serangga Diolah Menjadi Es KrimJika di Gunungkidul ada belalang goreng, di Afrika Selatan ada es krim dari serangga.
Baca lebih lajut »
Garap Pasar Afrika, RI Tawarkan Kereta ke Madagaskar hingga AngolaBUMN produsen kereta PT INKA (Persero) melebarkan sayap mencari pasar baru. Tak tanggung-tanggung, perusahaan pelat merah ini membidik Afrika.
Baca lebih lajut »
Ditolak Italia, Kapal Penyelamat Migran Tolak Tawaran Spanyol Terima Migran AfrikaKelompok kemanusiaan Spanyol pada hari Minggu (18/8) menolak tawaran Spanyol untuk menerima lebih dari 100 migran sebagian besar dari Afrika yang berada di kapal penyelamat amal dan di tolak Italia un
Baca lebih lajut »
Perang Dagang dan Brexit Ancam Ekonomi AfrikaPerang dagang mengguncang pasar global dan menimbulkan rasa takut pada para investor.
Baca lebih lajut »