Perang dagang mengguncang pasar global dan menimbulkan rasa takut pada para investor.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA– Perang dagang antara Cina dengan Amerika Serikat serta ketidakpastian akhir dari Brexit berdampak negatif terhadap ekonomi Afrika. Menurut Presiden Africa Development Bank Akinwumi Adesina, intensitas risikonya bahkan meningkat dari hari ke hari.
Adesina menjelaskan, apabila guncangan eksternal global yang ditandai dengan dua peristiwa itu meningkat, peninjauan kembali terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Afrika dapat dilakukan. Sebelumnya, AfDB memproyeksikan, ekonomi Afrika dapat tumbuh empat persen pada 2019 dan 4,1 persen pada 2020. Adesina menyebutkan, negara-negara Afrika dapat melewati ini dengan dua solusi. Yaitu meningkatkan aktivitas perdagangan satu sama lain dan menambah nilai produk pertanian guna meredam dampak guncangan eksternal.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Perang Dagang Tingkatkan Perjalanan Bisnis India ke ChinaTren meningkat setelah China terlibat perang dagang dengan Amerika.
Baca lebih lajut »
Virtus Angkat Tema Perang Dagang di Virtus Showcase 2019Virtus Technology Indonesia kembali menghelat kegiatan Virtus Showcase 2019
Baca lebih lajut »
53 Tim Perang Strategi di Piala Ketum KONI Pusat 2019Sebanyak 53 tim turut serta dalam Festival Sepakbola usia dini Semarak Kemerdekaan Piala Ketua Umum KONI Pusat 2019 yang berlangsung hari ini 17-18 Agustus.
Baca lebih lajut »
5 Kapal Perang China Lewati Selat Filipina, Manila WaswasFilipina menyampaikan kekhawatirannya atas laporan militer bahwa setidaknya lima kapal perang milik China melewati selat...
Baca lebih lajut »
HUT RI Ke 74: Motor Rampasan Perang Diulik di Djogjantique DayMotor rampasan perang di Djogjantique Day antara lain BSA M-20 dan M-21 produksi 1947 serta Norton dan Triump produksi sebelum 1960.
Baca lebih lajut »