Teknologi saat ini memungkinkan untuk mengembangkan inovasi eksplorasi migas.
REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Guru Besar Ilmu Geofisika Universitas Indonesia Abdul Haris menyebut bukan cadangan migas yang saat ini habis sehingga produksinya menurun, melainkan ide melakukan eksplorasinya yang kurang berkembang. Haris bercerita sekitar 1990-an, dirinya ditanya mengenai pilihannya pada peminatan geofisika setelah dua tahun kuliah di Departemen Fisika FMIPA UI.
Menurut Haris, teknologi saat ini memungkinkan untuk mengembangkan inovasi dan teknologi untuk mendukung kegiatan eksplorasi migas. Ditambah lagi cadangan migas nasional yang masih cukup banyak.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Guru Besar UI sebut inovasi jadi tantangan produksi migas nasionalGuru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI), Abdul Haris menyebut minimnya kegiatan eksplorasi, ...
Baca lebih lajut »
Peran Guru Besar Muhammadiyah Dibutuhkan Masyarakatguru-guru besar Muhammadiyah harus menjadi basis penghasil keilmuan yang kokoh.
Baca lebih lajut »
Dari 28 Ribu Dosen Hanya 5 Ribu Guru Besar
Baca lebih lajut »
Guru Besar Muhammadiyah Diminta Jadi Pandu UmatGuru Besar Muhammadiyah perlu menjadi rambu yang dapat mengarahkan kepada kebenaran..
Baca lebih lajut »
Ini Penjelasan Guru Besar Ilmu Hukum Pidana UGM soal Kasus SATGuru Besar Ilmu Hukum Pidana UGM Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej menyatakan, bahwa jika KPK menemukan bukti adanya kerugian...
Baca lebih lajut »
Mengenal Guru Mughni Kuningan, Ulama dan Guru BetawiIa kondang dengan nama Guru Mughni. Lahir sekitar tahun 1860 di Kuningan, Jakarta.
Baca lebih lajut »