Mengenal Guru Mughni Kuningan, Ulama dan Guru Betawi

Indonesia Berita Berita

Mengenal Guru Mughni Kuningan, Ulama dan Guru Betawi
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 37 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 18%
  • Publisher: 63%

Ia kondang dengan nama Guru Mughni. Lahir sekitar tahun 1860 di Kuningan, Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ia kondang dengan nama Guru Mughni. Lahir sekitar tahun 1860 di Kampung Kuningan, Jakarta, dan wafat dalam usia 70 tahun, ulama Betawi ini memiliki nama lengkap Abdul Mughni bin Sanusi bin Ayyub bin Qays. Ia adalah anak bungsu dari pasangan H Sanusi dan Hj Da’iyah binti Jeran. Keluarganya merupakan keluarga yang sangat taat dalam menjalankan ajaran agama Islam.

Belajar sembilan tahun di Makkah, nyatanya belum cukup buat Guru Mughni. Ia pun memutuskan untuk melakukan pengembaraan -nya yang kedua ke Makkah dan bermukim di sana selama lima tahun sampai 1885. Pada pengembaraan yang kedua kali, ia bukan lagi sekadar belajar, melainkan juga ikut mengajar di pojok-pojok Masjidil Haram, Makkah.

Seperti dijelaskan dalam buku Sejarah Betawi yang ditulis Ridwan Saidi, Guru Mughni merupakan ulama Betawi generasi kelima bersama Guru Marzuki di Jatinegara, Guru Madjid di Pekojan, Guru Mansur di Jembatan Lima, Guru Mahali di Kebayoran, Habib Utsman di Petamburan, dan Habib Ali di Kwitang. Di tangan mereka inilah penyebaran dan pengajaran agama Islam di Betawi berkembang pesat.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Eyang Hasan Maolani, Guru Tarekat Penyebar Islam di KuninganEyang Hasan Maolani, Guru Tarekat Penyebar Islam di KuninganEyang Hasan Maolani dikenal sebagai ulama kharismatik.
Baca lebih lajut »

Muhadjir: Jangan Angkat Guru Honorer, Lebih Baik Pertahankan yang Sudah PensiunMuhadjir: Jangan Angkat Guru Honorer, Lebih Baik Pertahankan yang Sudah PensiunMendikbud Muhadjir Effendy mengatakan, lebhi baik pemda memperpanjang masa kerja guru-guru PNS yang sudah pensiun, daripada mengangkat guru honorer. guruhonorer
Baca lebih lajut »

Mendikbud: Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas PendidikanMendikbud: Sistem Zonasi dan Rotasi Guru untuk Pemerataan Kualitas PendidikanMendikbud Muhadjir Effendy tak ingin ada istilah sekolah favorit dan tidak favorit.
Baca lebih lajut »

Kisah Pak Guru Honorer K2, Usai Mengajar Cari Kayu Bakar, Istri Pergi Ogah KembaliKisah Pak Guru Honorer K2, Usai Mengajar Cari Kayu Bakar, Istri Pergi Ogah KembaliSunandar merupakan guru honorer K2 yang mencari tambahan penghasilan dengan mencari dan menjual kayu bakar usai mengajar. honorerK2
Baca lebih lajut »

Imbauan Penting Mendikbud Muhadjir Effendy untuk Calon GuruImbauan Penting Mendikbud Muhadjir Effendy untuk Calon GuruMendikbud Muhadjir Effendy mengimbau para calon guru inti untuk bekerja keras membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia. MendikbudMuhadjirEffendy
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-02-28 18:54:42