Dampak Pandemi, Petani di Pasuruan Sulap Kebun Jadi Wisata Petik Buah

Indonesia Berita Berita

Dampak Pandemi, Petani di Pasuruan Sulap Kebun Jadi Wisata Petik Buah
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 detikcom
  • ⏱ Reading Time:
  • 60 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 51%

Sejumlah petani di Desa Blarang, Tutur, Pasuruan, mengubah kebunnya menjadi wisata petik buah. Ini dilakukan karena dampak pandemi COVID-19.

. Di wisata ini, pengunjung bisa menikmati buah apel dan jeruk segar langsung dari pohon.

Salah satu pemilik kebun apel dan jeruk, Jamaludin, mengatakan ide mengubah kebun menjadi wisata karena dampak pandemi COVID-19. Selain permintaan menurun, beberapa bulan terakhir petani mengalami kesulitan mendistribusikan hasil panen karena pembatasan mobilitas di sejumlah daerah. "Awalnya memang karena sepi dan susah kirim barang. Ada yang mengusulkan dijadikan wisata petik buah. Akhirnya dibuat wisata petik buah," kata Jamaludin, Senin .Jamaludin mengatakan, sejumlah petani di desanya juga mengubah kebun menjadi wisata petik buah. Mereka menggandeng Kelompok Sadar Wisata untuk pendampingan dan promosi.

"Dipromosikan Pokdarwis lewat media sosial. Semoga bisa dikenal dan selalu ramai. Kalau ramai bisa lebih untung karena tidak usah kirim. Pembeli yang datang," ungkap Jamaludin.Nongkojajar maupun wisatawan penyangga Bromo lainnya, mampir ke wisata ini."Senang bisa jalan-jalan di kebun, memetik dan makan buah langsung dari pohon," kata Eka Firnanda, salah seorang pengunjung.

Pengujung juga bisa membeli untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Apel jenis Rome Beauty dihargai Rp 30 ribu/kg, sedangkan jeruk Batu 55 Rp 15 ribu/kg.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

detikcom /  🏆 29. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Kerugian Dampak Aksi Brutal Oknum PSHT di Situbondo Ditaksir Rp 138 JutaKerugian Dampak Aksi Brutal Oknum PSHT di Situbondo Ditaksir Rp 138 JutaAksi brutal oknum PSHT di dua Desa Situbondo menimbulkan kerusakan parah. Total kerugian rumah, mobil dan tempat usaha ditaksir mencapai Rp 138 juta. Situbondo
Baca lebih lajut »

Dampak Corona, Penjualan Rumah di Aceh Anjlok 30 PersenDampak Corona, Penjualan Rumah di Aceh Anjlok 30 PersenMasyarakat cenderung menyimpan dana untuk kebutuhan kesehatan dan kebutuhan pokok.\n\n
Baca lebih lajut »

Atasi Dampak Corona, Ini Perbandingan antara BUMN Indonesia dari Negara LainAtasi Dampak Corona, Ini Perbandingan antara BUMN Indonesia dari Negara Lainpemerintah semakin giat mengarahkan BUMN untuk lebih banyak membantu UMKM, mengingat sektor ini memegang peranan penting pada perekonomian nasional.
Baca lebih lajut »

Studi Gambarkan Dampak Covid-19 Bagi Pengidap Kanker |Republika OnlineStudi Gambarkan Dampak Covid-19 Bagi Pengidap Kanker |Republika OnlineStudi gambarkan kanker yang mungkin lebih bisa terkena dampak parah dari Covid-19.
Baca lebih lajut »

Dampak COVID-19 bagi Perusahaan Bidang Event OrganizerDampak COVID-19 bagi Perusahaan Bidang Event OrganizerBeberapa kantor perusahaan kembali dibuka untuk melakukan kegiatan ekonomi walau pandemi COVID-19 masih berlangsung.
Baca lebih lajut »

Dampak Covid-19 Berbeda Pada Setiap Orang, Kenapa? |Republika OnlineDampak Covid-19 Berbeda Pada Setiap Orang, Kenapa? |Republika OnlinePenelitian menyebutkan Covid-19 dapat memberikan dampak yang berbeda pada tiap orang.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 16:10:22