Studi Gambarkan Dampak Covid-19 Bagi Pengidap Kanker |Republika Online

Indonesia Berita Berita

Studi Gambarkan Dampak Covid-19 Bagi Pengidap Kanker |Republika Online
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 republikaonline
  • ⏱ Reading Time:
  • 54 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 63%

Studi gambarkan kanker yang mungkin lebih bisa terkena dampak parah dari Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru mengungkap informasi penting yang menggambarkan tentang individu mana yang mengidap kanker yang lebih mungkin mengalami dampak parah atau meninggal jika mereka tertular virus corona SARS-CoV2. Penelitian ini menggunakan data dari jaringan kesehatan pembelajaran Syapse®.

"Kecepatan yang kami pikirkan, rancang, dan analisis dari penelitian ini sangat mengesankan, dan telah memungkinkan kami untuk lebih memahami dan mengantisipasi hasil klinis pasien dengan kanker dan Covid-19," kata Kepala Divisi Hematologi , Associate Director, Patient Experience and Clinical Care di Henry Ford Health System di Detroit, Shirish M. Gadgeel, MD, yang memimpin penelitian itu, dilansir di Forbes, Ahad .

Sementara itu, orang lanjut usia dengan kanker lebih mungkin meninggal karena Covid-19. Hal demikian seperti tercermin pada orang-orang tanpa kanker. Penelitian tersebut juga menemukan, bahwa orang kulit hitam non-hispanik dengan kanker yang tertular Covid-19 lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan menerima ventilasi mekanis dibandingkan orang dari kelompok ras lain yang mengidap kanker. Selain itu, orang yang mengidap kanker dengan pendapatan rumah tangga rata-rata rendah antara 0-30ribu dolar juga lebih mungkin memiliki hasil yang lebih buruk dari Covid-19 daripada mereka dengan pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

republikaonline /  🏆 16. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Studi Baru: Kandidat Vaksin Covid-19 Nonaktif dari China Hasilkan Respons Kekebalan yang Kuat - Tribunnews.comStudi Baru: Kandidat Vaksin Covid-19 Nonaktif dari China Hasilkan Respons Kekebalan yang Kuat - Tribunnews.comKandidat vaksin Cina yang tidak aktif menghasilkan respons kekebalan, sebuah studi menunjukkan.
Baca lebih lajut »

Tiga Fakta DKI Lebih Maju dari Pusat dalam Penanggulangan Covid-19Tiga Fakta DKI Lebih Maju dari Pusat dalam Penanggulangan Covid-19Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membentuk Tim Tanggap Covid-19 sebelum dua kasus positif Covid-19 pertama diumumkan pemerintah pusat.
Baca lebih lajut »

Brasil Laporkan Lebih dari 40.000 Kasus Baru Covid-19Brasil Laporkan Lebih dari 40.000 Kasus Baru Covid-19Beban kasus nasional naik menjadi 3.317.096 dan jumlah kematian mencapai 107.232 di Brasil.
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-03 08:00:13