Batasan Aurat Perempuan dalam Pandangan Ulama Syafi'iyah BangkitdariPandemi 75tahunmerdeka
adalah seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangan, sebagaimana aurat dalam keseharian.
Imam Syafi'i mengatakan, “Wajah itu adalah apa yang ada di antara tempat tumbuh rambut kepala hingga ke dagu dan ujung kedua-dua rahang, secara panjang. Lebarnya pula dari telinga hingga ke telinga satu lagi.” Asy Syarbini berkata, “Termasuk telapak tangan adalah bagian punggung dan dalam telapak tangan, dari ujung jari hingga pergelangan tangan. Dalilnya adalah firman Allah Ta’ala,“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya” .Dari pernyataan tentang aurat perempuan tersebut, bagian tangan dan kaki adalah aurat termasuk juga badan. Sehingga kalau bagian tersebut hanya dibalut dengan baju dan tidak longgar, alias ketat, maka berarti aurat belumlah tertutup.
Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama
Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.
Haedar Nashir Minta Kader Muhammadiyah Cerdas Hadapi Dinamika KeadaanMuhammadiyah menghargai pandangan dan pergerakan golongan lain tapi memiliki pandangan dan cara sendiri dalam menyikapi...
Baca lebih lajut »
Pesan Tahun Baru Islam dari MUI, Pemerintah Diminta Kerja Lebih Sistematis Tangani Covid-19Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah bekerja lebih sistematis dan terencana dalam menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air.
Baca lebih lajut »
Kisah Duka Barbara Gicquel, Nenek 80 Tahun Pencetak Rekor BersepedaBarbara Gicquel, seorang perempuan berusia 80 tahun mencatatkan namanya dalam rekor bersepeda, sebelum kabar buruk menghampirinya. Simak kisahnya...
Baca lebih lajut »
Kisah Perempuan Penghuni Surga Karena Konsisten Menjaga AuratnyaSesungguhnya kisah perempuan ini adalah kisah yang agung. Dimasukkan di dalam akhlak yang mulia, sifat-sifat yang bagus,...
Baca lebih lajut »
15 Perupa Pamerkan Karyanya dalam Semesta Perempuan'Perempuan sebagai sumber inspirasi merupakan tema klasik yang sudah ada, bahkan sejak fajar peradaban hadir tak pernah sirna dari suatu zaman ke zaman,'
Baca lebih lajut »