Akhir Sengketa Lahan Bekas Masjid Abad ke-16 yang Kini Dibangun Kuil Hindu di India

Indonesia Berita Berita

Akhir Sengketa Lahan Bekas Masjid Abad ke-16 yang Kini Dibangun Kuil Hindu di India
Indonesia Berita Terbaru,Indonesia Berita utama
  • 📰 voaindonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 36 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 18%
  • Publisher: 63%

Selama hampir satu abad, umat Muslim dan Hindu terlibat sengketa lahan di kota kuno Ayodhya, di India utara. Lahan tersebut sebelumnya menjadi lokasi berdirinya sebuah masjid abad ke-16, sebelum dihancurkan kelompok Hindu garis keras pada tahun 1992, karena diyakini berada di atas lahan yang...

Selama hampir satu abad, umat Muslim dan Hindu terlibat sengketa lahan di kota kuno Ayodhya, di India utara. Lahan tersebut sebelumnya menjadi lokasi berdirinya sebuah masjid abad ke-16, sebelum dihancurkan kelompok Hindu garis keras pada tahun 1992, karena diyakini berada di atas lahan yang menjadi tempat kelahiran Dewa Hindu, Rama.

Pada 5 Agustus lalu, Perdana Menteri India Narendra Modi menghadiri upacara peletakan batu pertama pembangunan kuil Hindu di sebuah lahan sengketa di India utara, lokasi sebuah masjid abad ke-16 dihancurkan kelompok garis keras Hindu pada tahun 1992. Mereka juga berjanji untuk membangun kuil bagi dewa Hindu, Rama, di atas lahan di mana masjid dari era Mughal sebelumnya berdiri kokoh di kota Ayodhya, negara bagian Uttar Pradesh, yang diyakini umat Hindu sebagai tempat kelahiran Rama.

Pada November 2019, Mahkamah Agung India memutuskan bahwa lahan sengketa itu diserahkan kepada aliansi pembangunan kuil Hindu, sementara kelompok Muslim akan diberikan lahan seluas dua hektar di lokasi berbeda.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

voaindonesia /  🏆 15. in İD

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

Pandemi Corona Jadi Lahan Basah Korupsi di AfrikaPandemi Corona Jadi Lahan Basah Korupsi di AfrikaSejumlah perusahaan dan individu di Afrika dituduh meraup keuntungan selama pandemi Covid-19.
Baca lebih lajut »

Bupati PPU: Penjualan lahan di IKN tidak bisa seenaknyaBupati PPU: Penjualan lahan di IKN tidak bisa seenaknyaBupati Penajam Paser Utara (PPU) mengatakan penjualan lahan di kawasan calon ibu kota negara (IKN) tidak bisa seenaknya, namun harus ada izin guna meminimalisir masalah di kemudian hari.
Baca lebih lajut »

Warga Adat di Papua Tolak Perluasan Lahan FreeportWarga Adat di Papua Tolak Perluasan Lahan FreeportMasyarakat adat di tiga kampung di Papua menolak rencana perluasan tambang emas dan tembaga yang dilakukan PT Freeport di wilayah mereka.
Baca lebih lajut »

Petani di Bengkulu Diminta Tidak Bakar Lahan di Musim KemarauPetani di Bengkulu Diminta Tidak Bakar Lahan di Musim KemarauPetani jangan bakar lahan.
Baca lebih lajut »

Nasib Pemilik Lahan Sisa Yang Tak Terpakai di Ruas Tol Yogyakarta-Solo - Tribun JogjaNasib Pemilik Lahan Sisa Yang Tak Terpakai di Ruas Tol Yogyakarta-Solo - Tribun JogjaKalau dari NJOP nilainya sedikit hanya Rp 100 sampai Rp300 ribu, kalau pakai ZNT di sini mulai Rp5 hingga Rp6 juta
Baca lebih lajut »



Render Time: 2025-04-04 15:20:28