Banyak Mobil Kredit Macet, Multifinance Hapus Buku Rp22 Triliun

Kredit Macet Berita

Banyak Mobil Kredit Macet, Multifinance Hapus Buku Rp22 Triliun
Hapus BukuMultifinanceNon-Performing Financing

Kredit macet di multifinance mencapai Rp22 triliun dihapus buku. Rasio NPF berada di 2,5%, dengan tantangan penagihan yang terus meningkat.

Foto: Pekerja memeriksa mobil bekas yang dijual di Garnet Auto, Jakarta, Jumat . Perusahaan leasing blak-blakan mengetatkan proses pencairan kredit kendaraan bermotor dan mobil saat ini. — Sebanyak Rp22 triliun kredit macet di multifinance telah di hapus buku .

Hal ini terjadi seiring tantangan yang dialamiKetua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia Suwandi mengatakan rasio kredit bermasalah atau multifinacne berada di kisaran 2,5%. Dengan kata lain, setidaknya terdapat 2,5% kredit macet dari total pembiayaan industri sebesar Rp507,1 triliun per September 2025. Meski demikian, perlu diingat bahwa nilai NPF tersebut dihitung berdasarkan keterlambatan pembayaran di atas 10 hari. Lalu, bagaimana jika kredit tersebut sudah macet berbulan-bulan dan sulit untuk ditagih? Untuk kredit yang masuk NPF berat dan dinilai kemungkinan kecil tertagih, leasing atau multifinance akan melakukan hapus buku. Secara akuntansi, kredit dikeluarkan dari neraca sehingga tidak lagi dihitung dalam NPL, tetapi secara hukum masih bisa ditagih. "Sampai dengan Juli, kami sudah write-off atau menghapus buku kredit macet sebesar Rp22 triliun," jelas Suwandi dalam Indonesia Economic & Insurance Outlook 2026, Senin, . Salah satu penyebab besarnya nilai hapus buku tersebut adalah banyaknya pembiayaan kendaraan yang macet dan unitnya telah berpindah tangan. Belum lagi, banyak kendaraan yang masih dalam status kredit, dijual kembali menggunakan modus STNK only meski belum lunas. Suwandi menilai nilai kredit macet yang dihapus buku tersebut tidaklah kecil. Penarikan kendaraan yang sudah berada di tangan pihak ketiga pun tak jarang menimbulkan konflik antaraDi sisi lain, ia mengungkapkan bahwa proses penagihan kerap menghadapi gangguan dari berbagai pihak. Menurutnya, tekanan dari LSM hingga praktik jual beli kendaraan STNK only turut menyulitkan upaya penagihan. "Bagaimana kita bisa dukung kalau selama ini kami terus diganggu oleh LSM? Selama ini kami diganggu oleh kanal-kanal sosial media yang menyampaikan bahwa jual-beli kendaraan STNK Only?" kata dia.Untuk diketahui, pertumbuhan pembiayaan industri multifinance tengah melamban beberapa waktu ke belakang. Diketahui, total pembiayaan industri multifinance hanya tumbuh 1,1% secara tahunan ke angka Rp507,1 triliun per September 2025. Hal ini menekan labanya menjadi -4,9% ke angka Rp16,1 triliun. Dari sisi permodalan, total aset yang dimiliki 145 perusahaan multifinance di RI sebesar Rp587,4 triliun, atau tumbuh 0,74% yoy. Adapun ekuitasnya tercatat sebesar Rp173,5 triliun atau naik 5,29%.

Berita ini telah kami rangkum agar Anda dapat membacanya dengan cepat. Jika Anda tertarik dengan beritanya, Anda dapat membaca teks lengkapnya di sini. Baca lebih lajut:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Hapus Buku Multifinance Non-Performing Financing Debt Collector Pembiayaan Kendaraan Industri Keuangan Tekanan Lsm Pertumbuhan Pembiayaan Akuntansi Kredit

 

Indonesia Berita Terbaru, Indonesia Berita utama

Similar News:Anda juga dapat membaca berita serupa dengan ini yang kami kumpulkan dari sumber berita lain.

OJK: Pertumbuhan kredit 2026 diproyeksikan sedikit naik dibanding 2025OJK: Pertumbuhan kredit 2026 diproyeksikan sedikit naik dibanding 2025Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit pada tahun 2026 sedikit meningkat dibandingkan tahun 2025, sebagaimana dalam laporan Rencana ...
Baca lebih lajut »

OJK: Ruang kredit produktif terjaga seiring moderasi undisbursed loanOJK: Ruang kredit produktif terjaga seiring moderasi undisbursed loanOtoritas Jasa Keuangan (OJK) memandang perbankan nasional tetap memiliki ruang untuk mendukung pembiayaan produktif, seiring dengan pertumbuhan undisbursed ...
Baca lebih lajut »

Anak Usaha TOWR Perpanjang Fasilitas Kredit Rp 2,5 Triliun dari MUFGAnak Usaha TOWR Perpanjang Fasilitas Kredit Rp 2,5 Triliun dari MUFGAnak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sepakat untuk memperpanjang jangka waktu fasilitas kredit hingga 31 Desember 2026.
Baca lebih lajut »

Pertumbuhan Kredit 2026 Diproyeksikan Sedikit Naik Dibanding 2025Pertumbuhan Kredit 2026 Diproyeksikan Sedikit Naik Dibanding 2025JPNN.com : Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit pada tahun 2026 sedikit meningkat dibandingkan tahun 2025
Baca lebih lajut »

Gegara Banyak Makan Saat Pacaran, Wanita Ini Digugat Tunangannya di PengadilanGegara Banyak Makan Saat Pacaran, Wanita Ini Digugat Tunangannya di PengadilanPria di China menggugat tunangannya karena makan terlalu banyak selama berpacaran, sehingga dianggap menghabiskan banyak uang.
Baca lebih lajut »

5 Cara Oper Kredit Mobil Resmi yang Aman untuk Atasi Cicilan yang Berat5 Cara Oper Kredit Mobil Resmi yang Aman untuk Atasi Cicilan yang BeratPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Baca lebih lajut »



Render Time: 2026-05-09 07:06:38