Tegangan di Timur Tengah: AS Luncurkan 'Project Freedom' dan Trump Berang

Tegangan Internasional News

Tegangan di Timur Tengah: AS Luncurkan 'Project Freedom' dan Trump Berang
Tegangan Di Timur TengahNegosiasi AS-IranBlokade Selat Hormuz

Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait blokade Selat Hormuz terus diwarnai oleh aksi saling serang, peluncuran operasi militer baru, hingga ancaman penghancuran total dari Presiden Donald Trump. AS meluncurkan 'Project Freedom' untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang selama ini dicekik oleh Iran, sementara AS sendiri membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang sangat dinamis dan membingungkan dalam sepekan terakhir. Negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait blokade Selat Hormuz terus diwarnai oleh aksi saling serang, peluncuran operasi militer baru, hingga ancaman penghancuran total dari Presiden Donald Trump.

Pada hari Jumat (8/5/2026), kondisi yang awalnya tampak tenang dengan gencatan senjata yang bertahan, mendadak berubah menjadi hiruk-pikuk setelah AS meluncurkan 'Project Freedom'. Proyek ini dirancang untuk memecah kebuntuan di Selat Hormuz yang selama ini dicekik oleh Iran, sementara AS sendiri membalas dengan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran. Bulan Mei dimulai dengan gencatan senjata yang masih bertahan saat tenggat waktu kekuasaan perang hampir habis.

Seorang pejabat pemerintahan Trump menyatakan bahwa permusuhan AS terhadap Iran telah 'dihentikan' dengan mengacu pada gencatan senjata yang ada. Namun, Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap persyaratan kesepakatan yang tidak dirinci tersebut. Situasi di Selat Hormuz terpantau tenang, namun Trump melontarkan pernyataan kontroversial saat rapat umum di Florida. Ia menyebut Angkatan Laut AS bertindak 'seperti bajak laut' saat menggambarkan operasi penyitaan kapal Iran baru-baru ini.

Trump membanggakan keberhasilan AS mengambil alih muatan minyak dari kapal tersebut sebagai bisnis yang sangat menguntungkan. Ia merinci bagaimana pasukan AS mendarat di atas kapal dan mengambil alih segalanya. Pada hari tersebut, harga minyak mentah jenis Brent diperdagangkan pada level US$110 per barel, turun dari posisi US$126 beberapa hari sebelumnya. Melihat negosiasi yang buntu, Trump mengumumkan peluncuran 'Project Freedom'.

Proyek ini bertujuan untuk memandu kapal-kapal yang terdampar agar bisa keluar dari Selat Hormuz. Komando Pusat AS (CENTCOM) memberikan klarifikasi bahwa peran militer AS adalah mengoordinasikan dan memandu kapal yang terjebak, bukan memberikan pengawalan menggunakan aset angkatan laut. Trump mengklaim perwakilannya sedang terlibat dalam diskusi yang 'sangat positif' dengan Iran. Namun, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menanggapi proyek tersebut dengan peringatan keras.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk campur tangan AS akan dianggap sebagai pelanggaran serius. Operasi 'Project Freedom' dimulai dengan awal yang menyeramkan. Militer AS melaporkan pasukannya telah menghancurkan enam kapal kecil Iran dan mencegat rudal jelajah serta drone, meskipun hal ini dibantah oleh Iran. Uni Emirat Arab juga melaporkan kembali menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran setelah berminggu-minggu tenang.

Trump yang geram langsung melontarkan ancaman pemusnahan jika Iran berani menyerang kapal AS yang mencoba membuka kembali selat tersebut. Akibat ketegangan ini, harga minyak Brent kembali merangkak naik ke level US$114 per barel. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa AS telah berhasil mengamankan jalur melalui selat tersebut. Ia mengejek Iran dengan menyebut mereka tidak lagi mengendalikan wilayah perairan itu.

Namun, beberapa jam kemudian, Trump secara mengejutkan mengumumkan bahwa 'Project Freedom' dihentikan sementara hanya sehari setelah dimulai. Ia beralasan penghentian ini untuk memberikan ruang bagi negosiasi perdamaian setelah adanya kemajuan besar. Trump menuliskan di akun media sosialnya bahwa rencana tersebut dibekukan untuk waktu singkat demi mencapai kesepakatan akhir. Setelah pengumuman ini, harga minyak turun ke level US$109.

Harapan perdamaian muncul setelah laporan menyebutkan Washington dan Teheran hampir menyepakati memorandum kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang. Trump memberikan peringatan melalui Truth Social bahwa jika Iran tidak setuju, pengeboman akan dimulai kembali dengan intensitas yang jauh lebih tinggi. Trump menyatakan bahwa operasi 'Epic Fury' yang legendaris akan berakhir jika Iran memenuhi kesepakatan. Namun, jika kesepakatan gagal, ia memastikan kehancuran yang lebih besar bagi Teheran

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

cnbcindonesia /  🏆 7. in İD

Tegangan Di Timur Tengah Negosiasi AS-Iran Blokade Selat Hormuz Peluncuran Operasi Militer Ancaman Penghancuran Total 'Project Freedom' Negosiasi Perdamaian Harga Minyak Komando Pusat AS (CENTCOM) Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran Ebrahim Azizi 'Epic Fury' 'Project Freedom' Dihentikan Sementara

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Pakistan sambut baik keputusan AS tangguhkan Project Freedom di HormuzPakistan sambut baik keputusan AS tangguhkan Project Freedom di HormuzPerdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif pada Rabu (6/5) menyambut baik keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menunda Project Freedom di Selat Hormuz, dan ...
Read more »

Krisis Selat Hormuz 2026: Analisis Kehancuran Militer Iran dan Ambisi Project Freedom Amerika SerikatKrisis Selat Hormuz 2026: Analisis Kehancuran Militer Iran dan Ambisi Project Freedom Amerika SerikatAnalisis mendalam mengenai dampak Operation Epic Fury terhadap kekuatan militer Iran dan upaya Amerika Serikat melalui Project Freedom dalam memecah blokade Selat Hormuz di tengah ketidakpastian diplomatik global.
Read more »

Respons China Usai Trump Hentikan Project Freedom: Hormati Kedaulatan Negara PesisirRespons China Usai Trump Hentikan Project Freedom: Hormati Kedaulatan Negara PesisirTrump tangguhan proyek pengawalan kapal di Selat Hormuz, China respons tegas soal kedaulatan negara.
Read more »

Trump Setop Project Freedom, 1.600 Kapal Masih Terjebak di Hormuz, Bagaimana Nasibnya?Trump Setop Project Freedom, 1.600 Kapal Masih Terjebak di Hormuz, Bagaimana Nasibnya?Operasi “Project Freedom” dihentikan, sementara sekitar 1.600 kapal masih belum bisa keluar dari Selat Hormuz di tengah situasi yang belum membaik.
Read more »



Render Time: 2026-05-08 18:14:18