Beyond the Breaking News

Dari Tambak ke Lapak Sunmor UGM, Anton Vaname Jual Udang Segar Hasil Budidaya Sendiri

UMKM News

Dari Tambak ke Lapak Sunmor UGM, Anton Vaname Jual Udang Segar Hasil Budidaya Sendiri
Tambak UdangTambak Udang VanameUMKM Yogyakarta

Pemilik lapak Anton Vaname mempunyai dua tambak udang segar di Lampung dan Purworejo.

Udang segar dan ikan marinasi bisa menjadi ide jualan di pasar pagi seperti Sunday Morning di Universitas Gadjah Mada . Udang segar dan ikan marinasi ini sangat cocok untuk mahasiswa hingga ibu-ibu yang ingin santap lauk praktis usai pulang dari Sunmor.

Usaha udang segar dan ikan marinasi ini dijalani oleh Endah . Endah mempunyai tambak udang sendiri di Purworejo dan Lampung yang kesegarannya tentu sudah terjamin sebelum dijual ke pelanggan.

"Kok harganya masih, nggak ikut naik turun-naik turun. Saya karena tambak sendiri, saya bisa mengatur," kata Endah saat ada pembeli yang bertanya tentang harga udangnya yang stabil, ditemui Liputan6 pada . Ukuran udang yang dijual bervariasi, mulai dari ukuran kecil hingga jumbo. Dalam satu wadah, Endah biasanya mengemas udang seberat setengah kilogram, menyesuaikan kebutuhan pelanggannya yang mayoritas merupakan mahasiswa.

Harga udang segar yang dijual Endah berkisar dari Rp15 ribu sampai Rp80 ribu tergantung ukuran udangnya. Harga tersebut tentu sangat cocok untuk ibu rumah tangga atau mahasiswa yang tidak ingin stock banyak. Sebelumnya, penjualan udang segarnya dikirim ke beberapa kota dalam jumlah besar hingga mencapai kuintalan karena pembelinya berasal dari pabrik yang memesan ratusan kilogram. Pengiriman dilakukan ke berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Cirebon, hingga Semarang.

Kemudian, Endah ditawari oleh kerabatnya untuk membuka lapak di Sunday Morning UGM karena dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Dari pagi hingga siang hari, berjualan di Sunmor memang memberikan keuntungan yang cukup baik.

"Terus karena saya tertarik di sini kan. Liat Sanmor ada prospek juga sih, terus saya buka ini ya kurang lebih ya 3-4 bulanan," cerita Endah. Sembari menjaga lapak jualan dan sesekali menawarkan kepada pengunjung yang lewat lapaknya, Endah bercerita. Meski baru berjalan beberapa bulan, namun Endah sudah memiliki pelanggan tetap yang setiap minggu mampir ke lapaknya untuk membeli udang segar.

"Saya pelanggan lumayan. Ada beberapa orang. Ini tadi ada ibu dari Concat. Hampir tiap minggu, jadi tahu," kata Endah.

Berjualan setiap hari Minggu di Sunmor, udang di tambak di Purworejo biasanya dikirim satu hari sebelumnya, sehingga kesegarannya terjamin. Sementara untuk ikan marinasi, Endah sudah mempersiapkannya sejak lama. Tersedia marinasi ayam, lele, ikan cakalang, ikan kembung hingga ikan nila.

"Dulu saya distribusi saja, enggak saya eceran kaya gini. Enaknya gini kan macem-macem usahanya, enggak cuma udang aja, ikan. Ikan dari pelelangan, kambing dari pelelangan. Ada agen-agennya kan," cerita Endah bahwa dulu sebelum jualan di Sunmor hanya fokus pada pendistribusian.

Ditemui Liputan6 saat menjaga lapak di Sunmor UGM pada , Endah bercerita ia memiliki tambak udang di Lampung dan Purworejo. Tambak udang miliknya di Lampung memiliki area yang lebih luas dibandingkan tambak di Purworejo yang hanya terdiri dari sekitar delapan petak. Tambak di Purworejo tersebut mulai dibangun oleh Endah pada tahun 2015.

"Saya itu cuma tambak, Mbak. Dari 2015 ," jelas Endah saat bercerita bahwa sebelum buka lapak di Sunmor, hanya fokus di tambak udang saja. Memiliki tambak di dua lokasi berbeda, Endah kerap bolak-balik antara Lampung dan Purworejo untuk mengelola usahanya. Saat ia tidak berada di lokasi, tambak tersebut ditangani oleh para pekerjanya, sementara koordinasi tetap berjalan melalui komunikasi via telepon dan lainnya.

Endah mengaku sempat lupa tahun pastinya, namun ia menyebut sudah tinggal di Kota Pelajar sejak sekitar tahun 2015 atau 2017. Endah sendiri merupakan asli Surabaya dan kini menetap di Yogyakarta karena sang suami berasal dari Yogyakarta. Untuk penjualan offline, Endah hanya membuka lapak di Sunday Morning UGM setiap hari Minggu. Di luar itu, Endah melayani pesanan pelanggan serta pembeli yang datang langsung ke rumahnya.

Endah juga melayani pesan antar dengan minimal pembelian tertentu. Respon pelanggan terhadap udang segar yang dijual Endah di Sunmor pun sangat baik, mulai dari kualitas kesegarannya hingga kemasan satu pack udang yang dinilai pas untuk dikonsumsi beberapa kali.

"Kadang mereka, enak sudah pas rasanya. Saya tanya, rasanya gimana, kebetulan yang kemarin langsung bilang enak, pas ini tinggal goreng," cerita Endah saat pelanggan memberi testimoni saat membeli ikan marinasi. Endah, yang sudah lama menjadi nasabah Bank Rakyat Indonesia , telah menggunakan QRIS BRI sebagai metode pembayaran digital sebelum membuka lapak di Sunmor UGM. Awalnya, Endah mendapat penawaran penggunaan QRIS dari BRI dan dijelaskan bahwa metode pembayaran tersebut dapat memudahkan pelanggan saat bertransaksi.

"Kalau nasabah BRI udah lama sekali. Terus disarankan buat buka ini memang dipermudah bener," jelas Endah. Setelah memakai QRIS ada peningkatan dalam penjualan udang segar. Sebelum menggunakan QRIS, Endah melayani pembayaran online melalui transfer bank.

Namun, transaksi antarbank dikenakan biaya administrasi yang akhirnya dibebankan kepada pembeli.

"Kalau pakai QRIS, ada. Biasanya mereka kan cuma transfer. Bu, jangan transfer, saya punya ini . QRIS kan enggak," kata Endah.

Menurut Endah, penerapan QRIS di lapak jualannya sangat memudahkan karena pembayaran yang diterima melalui QRIS juga bisa langsung masuk ke rekening tabungan. Fara anak Endah merupakan pengguna aktif QRIS. Gadis yang kini tengah menempuh pendidikan di jurusan Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta ini selalu memilih menggunakan QRIS ketika bertransaksi. Menurut Fara, penggunaan QRIS sangat memudahkan proses transaksi.

Pasalnya, sebelum menggunakan QRIS, ia pernah batal membeli sesuatu karena tidak membawa uang tunai dan penjual tidak memiliki kembalian. Sebagai bagian dari Generasi Z, Fara menilai penggunaan pembayaran digital seperti QRIS memang banyak diminati oleh generasinya.

"Pas awal-awal belum ada kiuris tuh, yang tadi mau beli, karena gak ada QRIS jadi gak beli," cerita Fara mengingat pengalamannya. QRIS BRI terintegrasi erat dengan aplikasi BRImo sebagai layanan mobile banking milik BRI. Dalam penggunaannya, QRIS berfungsi sebagai sistem pembayaran digital, sementara BRImo digunakan untuk memindai kode QR dan memproses transaksi pembayaran secara nontunai. Melalui fitur QRIS di aplikasi BRImo, pengguna dapat melakukan pembayaran dengan lebih praktis hanya dengan memindai kode QRIS yang tersedia di merchant.

Sistem ini dinilai mempermudah transaksi karena tidak perlu menggunakan uang tunai maupun menunggu uang kembalian. Mengutip rilis resmi Bank BRI, jumlah pengguna BRImo mencapai 47,8 juta pengguna per Maret 2026 atau meningkat 18,6 persen secara year on year . Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa BRImo semakin dipercaya masyarakat sebagai salah satu layanan andalan untuk melakukan transaksi digital sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta pada Kamis .

"Basis pengguna BRImo yang besar, yang diikuti dengan pertumbuhan nilai transaksi, menunjukkan bahwa BRImo telah menjadi bagian dari aktivitas keuangan sehari-hari nasabah. Dengan lebih dari 100 fitur yang tersedia, BRImo terus dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan transaksi, sehingga turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan ini," ujar Aquarius Rudianto dilansir Liputan6.com dari rilis resmi Bank BRI pada Sabtu .

Peningkatan pemanfaatan BRImo sendiri tercermin dari nilai volume transaksi BRImo yang menunjukkan lonjakan signifikan, di mana hingga Triwulan I 2026, nilai volume transaksi BRImo mencapai Rp2.042,2 triliun, atau meningkat 29,4% secara year-on-year dibandingkan posisi Maret 2025. Rental Motor hingga Jual Es Teh, Usia 72 Tahun Tak Halangi Lubertus Jalankan UsahaCara Memilih Bahan Baku Berkualitas untuk Produk Kuliner Rumahan, Bikin Usaha Makin BerkembangSemangat Arjuno Wiwoho Rintis Bisnis Kerajinan Kulit Djoen Leather, Mental Usahanya Patut Diacungi Jempol

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

liputan6dotcom /  🏆 4. in İD

Tambak Udang Tambak Udang Vaname UMKM Yogyakarta QRIS BRI Digitalisasi BRI Fellowship Journalism 2026

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Djokovic tersingkir dari Roland Garros usai kalah dari petenis remajaDjokovic tersingkir dari Roland Garros usai kalah dari petenis remajaNovak Djokovic tersingkir dari French Open 2026 setelah kalah dari petenis remaja Joao Foseca yang berusia 20 tahun lebih muda darinya, pada babak ketiga ...
Read more »

Relawan Indonesia Kembali dari Flotilla Bantuan ke Gaza, Lima Dari Enam Dijamin Keamanan KemluRelawan Indonesia Kembali dari Flotilla Bantuan ke Gaza, Lima Dari Enam Dijamin Keamanan KemluEnam relawan Indonesia yang ikut Global Sumud Land Convoy kembali ke Jakarta pada 29 Mei 2026 setelah menjalani perjalanan dari Libya ke Gaza. Pemerintah, melalui Kemlu dan KBRI Tripoli, memfasilitasi kedatangan mereka, memberikan perlindungan, serta menunggu kepulangan satu relawan yang masih di Istanbul. Misi bantuan kemanusiaan ini melibatkan koordinasi internasional meski menghadapi kendala izin melintas di wilayah Sirte, Libya.
Read more »

Lima dari Tujuh Penambang Emas Dievakuasi dari Gua Terendam Banjir di Laos, Dua Masih HilangLima dari Tujuh Penambang Emas Dievakuasi dari Gua Terendam Banjir di Laos, Dua Masih HilangTim penyelamat berhasil mengevakuasi Lima orang yang terjebak selama lebih dari sepuluh hari di gua yang terendam banjir di Provinsi Xaisomboun, Laos. Mereka adalah dari tujuh warga Laos yang tengah mencari emas. Dua orang lainnya masih belum ditemukan. Operasi melibatkan tim sukarelawan dari Thailand, Prancis, Indonesia, Jepang, dan Australia. Proses evakuasi menantang karena harus melalui lorong sempit dan penyelaman bawah air. Kesehatan korban yang selamat sempat memburuk selama menunggu.
Read more »

TIM Arkeolog Dari BPK Jawa Tengah Memprediksi Temuan Stupa Berasal Dari Abad 8-10 MasehiTIM Arkeolog Dari BPK Jawa Tengah Memprediksi Temuan Stupa Berasal Dari Abad 8-10 MasehiTIM arkeolog dari BPK Jawa Tengah memperkirakan temuan stupa di Desa Nepen, Boyolali, berasal dari abad 8-10 Masehi.
Read more »



Render Time: 2026-06-02 14:39:51