Siswa SMA Pembangunan Jaya merupakan satu dari 10 sekolah yang ikut SCYEP 2025-2026. Di program ini, siswa dididik mendirikan perusahaan.
Human Resources dari Starbucks Indonesia Desi Kristianti mengisi materi Personal Branding kepada puluhan siswa kelas X SMA Plus Pembangunan Jaya yang tergabung dalam ekstrakurikuler Student Company, Senin .itu?
" Pertanyaan Desi Kristianti, seorang praktisi Human Resources dari Starbucks Indonesia, menggantung di udara serta menantang puluhan siswa kelas X SMA Plus Pembangunan Jaya yang tergabung dalam ekstrakurikuler Student Company untuk berpikir melampaui sekadar nilai rapor. Senin siang, aula SMA Plus Pembangunan Jaya, Bintaro, Tangerang Selatan, menjelma ruang simulasi perusahaan. Desi tidak sekadar berbagi, tetapi juga membawa realitas “dunia orang dewasa” alias dunia kerja ke aula tersebut lewatHangganararas Tyas Prabhandari adalah salah satunya.
Matanya berbinar saat ia menceritakan kegemarannya, mulai dari puisi, berorganisasi, menari, hingga berkenalan dengan orang lain. Saking banyaknya, ia pun merasa bingung untuk menentukanbikin orang bingung aku tuh sebenarnya seperti apa. Orang hanya tau aku tuh kayak gabungan gitu. Apakah itu adalah hal yang baik atau aku butuh ngefokusin ke satu hal?
” tanyanya kepada Desi. Desi pun tersenyum mendengar pertanyaan Raras. Menurutnya, apa yang dialami Raras merupakan hal biasa di usianya. Ia pun memintanya untuk tidak membatasi diri.
Hanya saja, untukbisa berubah seiring waktu. Jadi, tidak perlu khawatir. Suatu saat kamu akan benar-benar merasa kayak, ‘dan Prestasi Junior Indonesia , program itu telah menjangkau lebih dari 6.000 siswa sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan se-Indonesia. Pada tahun ini, program tersebut melibatkan 10 sekolah yang tersebar di Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Jayapura dengan partisipasi lebih dari 200 siswa.
SMA Pembangunan Jaya Tangerang Selatan merupakan salah satu dari kesepuluh sekolah tersebut. , Kompas.com berkesempatan berbincang sejenak dengan Raras dan juga Zahra Maheswari Kresviana . Di ekskul Student Company, Raras dan Rara bersama puluhan teman sebaya mendirikan perusahaan siswa, yakni Bruma. Sama seperti perusahaan pada umumnya,atau tatakan gelas dari ampas kopi.
Ampasnya sendiri didapat dari Starbucks. Namun, butuh perjalanan panjang untuk menentukan produk andalan Bruma. , kami tuh ada banyak ide. Dan, prototipenya ada yang gagal, ada yang enggak setuju.
Kelompok kami sempet yang kayak, mau ini, mau itu. Dan itu tuh kayak, kok jadi gini? Tapi, akhirnya kami sadar bahwa untuk mencapai sesuatu itu kita memang prosesnya banyak dan enggak mudah,” ungkap Rara. Siswi kelas X ini melanjutkan, ia mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan saat bergabung dengan ekskul Student Company.
Apalagi, imbuhnya, PJI dan Starbucks Indonesia memberikan pendampingan secara luar biasa. Meski demikian, ia mengaku punya “beban” saat menjalani tugas sebagai Presiden Direktur Bruma. Tak sekadar belajar di kelas, ia juga harus memimpin sebuah struktur organisasi perusahaan nyata yang melibatkan divisi produksi, pemasaran, hingga keuangan. Siswa-siswi SMA Plus Pembangunan Jaya antusias mengikuti kelas Personal Branding.
Kegiatan ini merupakan pendampingan dari Starbucks Indonesia dan PJI lewat SCYEP. Jabatan sebagai presiden direktur pun mendorongnya bertransformasi dari remaja impulsif menjadi seorang pemimpin yang harus melakukan"puasa ego". Sebelum bergabung dengan Student Company, Rara mengaku sebagai pribadi yang menggebu-gebu. Ia sering kali bertindak tanpa memikirkan dampak jangka panjang bagi orang lain.
Namun, saat jabatan nomor satu diletakkan di pundaknya, ia menyadari bahwa memimpin bukan soal memberi perintah, melainkan soal harmoni.
"Aku harus mikir lebih luas. Enggak bisa lagi cuma ngandelin divisi produksi saja untuk bikin barang tanpa minta divisi lain gerak. Itu enggak adil buat teman-teman yang lain," ungkapnya. Kini, Rara bertransformasi menjadi sosok yang lebih observatif.
Ia belajar untuk diam dan menyimak sebelum mengeluarkan instruksi. Baginya, satu keputusan salah bukan sekadar coretan merah di buku tugas, melainkan risiko kegagalan bagi seluruh tim yang menggantungkan harapan padanya. Pengalaman serupa juga dirasakan Raras. Sebagai VP HR, Raras harus mengelola sumber daya manusia Bruma agar perusahaan berjalan secara efisien.
Di Sidang MK, Operator: Penyeragaman Internet Berisiko Rugikan Pelanggan dan Picu Tarif NaikDiam-diam Bantu El Rumi, Peran Irwan Mussry Diungkap Syifa HadjuBelajar dari Tragedi KRL-Argo Bromo di Bekasi, Dosen Unesa Usulkan Automatic Train ProtectionApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami. Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial. Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
SCYEP Strudent Companay Hangganararas Tyas Prabhandari Tangerang Selatan Starbucks Indonesia SCYEP
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Hardiknas: Tinggalkan Gawai Sejenak, 325 Siswa Global Sevilla Asah 'Life Skill' lewat Drama MusikalDrama musikal ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan laboratorium sosial bagi siswa.
Read more »
Manchester United Vs Liverpool: Tak Sekadar 3 Poin, Tapi Juga Penting Bagi Carrick dan Arne SlotDuel Manchester United vs Liverpool di Old Trafford jadi laga krusial. Gary Neville sebut duel klasik itu juga punya arti penting bagi Mihael Carrick dan Arne S
Read more »
Seskab Teddy Tegaskan Pemerintah Dorong Akses Pendidikan Setara: Bukan Sekadar Kebijakan di Atas KertasDia mencontohkan salah satu kebijakan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan yakni, mendirikan Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang tak mampu.
Read more »
Bukan Sekadar Konsumsi, Ini Cara Baru Keluarga Modern Menentukan PrioritasPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
Megawati: Buruh Bukan Sekadar Faktor ProduksiMegawati menyampaikan pesan vidoe dalam acara peringatan Hari Buruh yang digelar PDIP.
Read more »
Mensos Ungkap Tantangan Sekolah Rakyat: Ada Siswa SMA Belum Bisa MembacaBerita Mensos Ungkap Tantangan Sekolah Rakyat: Ada Siswa SMA Belum Bisa Membaca terbaru hari ini 2026-05-03 16:39:30 dari sumber yang terpercaya
Read more »



