Pengadaan sepatu dan kaus kaki dalam program sekolah rakyat Kementerian Sosial membuka sejumlah persoalan, mulai dari skema belanja hingga perbedaan data dan pernyataan pejabat. Pembelian awal diserahkan ke sekolah, spesifikasi longgar menyebabkan harga tidak seragam, dan pengadaan terpusat muncul di tahap lanjutan.
PENGADAAN sepatu dan kaus kaki dalam program sekolah rakyat Kementerian Sosial membuka sejumlah persoalan, mulai dari skema belanja hingga perbedaan data dan pernyataan pejabat. Berikut lima fakta penting yang perlu diketahui dari persoalan tersebut: Pembelian Sepatu Awal Diserahkan ke Sekolah Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut pengadaan sepatu pada tahap awal tidak dilakukan secara terpusat.
Anggaran diberikan kepada masing-masing sekolah, lalu pembelian dilakukan secara mandiri di pasar. Skema ini dipilih karena kebutuhan mendesak menjelang masa masuk sekolah dan MPLS. Dalam kondisi itu, pemerintah hanya memberikan panduan umum, sementara proses transaksi dilakukan langsung oleh sekolah dengan kuitansi.
“Anggaran dikasihkan ke sekolah, sekolah beli sendiri-sendiri,” kata Gus Ipul saat ditemui di kantornya, Selasa, 5 Mei 2026. Spesifikasi Longgar, Harga Tidak Seragam Kementerian hanya menetapkan batas harga maksimal sekitar Rp 450 ribu per pasang serta spesifikasi sederhana seperti warna hitam dan bahan tertentu. Tidak ada standar teknis rinci yang mengikat antar daerah. Akibatnya, harga sepatu berbeda-beda di setiap sekolah.
Dengan 166 sekolah yang terlibat, variasi harga menjadi tak terhindarkan karena mengikuti kondisi pasar lokal masing-masing wilayah. Gus Ipul mengakui model ini membuat data pengadaan menjadi tidak seragam dan perlu dirapikan agar mudah dipahami publik. Ia bahkan meminta jajarannya menyusun ulang data agar tidak menimbulkan kebingungan.
“Supaya orang umum bisa lihat dengan mudah. Ini disebut include, tapi ada penganggaran lain, jadi bingung,” katanya. Pengadaan Terpusat Muncul di Tahap Lanjutan Setelah tahap awal, Kemensos kembali menggunakan skema pengadaan terpusat melalui Biro Umum. Model ini digunakan terutama untuk gelombang siswa berikutnya dalam program yang berjalan bertahap 1A , 1B , 1C .
Selain itu, data pengadaan di INAPROC menunjukkan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah untuk satu jenis sepatu. Namun, karena ada beberapa jenis sepatu yang diberikan kepada siswa, total anggaran keseluruhan masih belum dijelaskan secara rinci ke publik. Ada Pengadaan Kaus Kaki Ganda Gus Ipul sempat menyatakan kaus kaki sudah termasuk dalam paket sepatu. Namun, setelah Tempo menemukan data di situs pengadaan resmi pemerintah, ternyata ada pengadaan kaus kaki lagi di luar paket kaus kaki yang sudah termasuk paket pengadaan sepatu.
Ia kemudian mengakui adanya pengadaan kaus kaki tersebut. Gus Ipul bilang dia baru mengetahui bahwa pengadaan secara terpisah itu dilakukan oleh biro umum Kemensos yang kemudian didistribusikan ke siswa. Penelusuran data pengadaan menunjukkan pembelian kaus kaki dilakukan dalam beberapa paket berbeda dengan total nilai sekitar Rp 2,7 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa kaus kaki sejak awal bukan bagian dari satu paket dengan sepatu.
Kritik Transparansi dan Kebingungan Skema Peneliti Transparency International Indonesia Agus Sarwono menilai penjelasan pemerintah membingungkan secara teknis. Ia menyoroti perbedaan antara data pengadaan yang terpusat dan praktik pembelian yang disebut dilakukan oleh sekolah. Menurut dia, perbedaan narasi ini bukan sekadar miskomunikasi, tetapi berpotensi menyesatkan publik dan menutup persoalan tata kelola. Agus juga mempertanyakan bagaimana mekanisme pengawasan jika pembelian dilakukan secara tersebar di sekolah. Pilihan Editor: Sekolah Rakyat Bergeser Menjadi Sekolah Anak Jalanan
Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Kementerian Sosial Skema Belanja Harga Tidak Seragam
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Mahasiswa Demo Hardiknas di Depan kantor Kemdiktisaintek, Bawa Persoalan PendidikanDalam orasinya, salah satu mahasiswa Universitas Indonesia (UI), menyoroti pendidikan di Indonesia yang masih dianggap sebagai komoditas.
Read more »
Dikaitkan Pengadaan Program Sekolah Rakyat, Owner Sepatu Lokal Stradenine Tegaskan Tak TerlibatPortal berita yang menyajikan informasi terhangat baik peristiwa politik, entertainment dan lain lain
Read more »
KPK buat kajian cegah korupsi untuk merespons pengadaan Sekolah RakyatKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan sedang membuat kajian pencegahan korupsi untuk merespons pengadaan pada program Sekolah Rakyat oleh Kementerian ...
Read more »
Cegah Korupsi, KPK Lakukan Kajian Terkait Pengadaan Sekolah RakyatKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan kajian terkait pengadaan pada program pemerintah yaitu Sekolah Rakyat demi mencegah terjadinya korupsi.
Read more »
Dudung tegaskan tak lagi punya persoalan dengan RiziegKepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan hingga saat ini, secara pribadi tidak lagi memiliki persoalan dengan Habib Rizieq ...
Read more »
Fakta-Fakta Amukan Trump ke Raksasa NATO, Tarik Pasukan-Eropa TerancamPresiden Trump mengumumkan penarikan 5.000 tentara AS dari Jerman, memicu kekhawatiran tentang keamanan Eropa dan peran AS di kawasan.
Read more »
