Data Badan Geologi menunjukkan sejumlah kota besar di Pulau Jawa mengalami penurunan muka tanah lebih dari lima sentimeter per tahun.
- Di sejumlah wilayah Indonesia , bencana bukan lagi peristiwa tak terduga, melainkan pola yang terus berulang.Di kota-kota pesisir, ancaman ini kini bukan hanya terasa, tetapi juga semakin terukur. Fenomena ini tidak hanya terjadi di pesisir, tetapi juga menjalar hingga wilayah dataran tinggi seperti Bandung.
Selain Bandung, wilayah yang mengalami penurunan signifikan antara lain Jakarta bagian utara, Semarang, khususnya Genuk, Tanjung Mas, dan Kaligawe. Kemudian, ada juga wilayah lain yang terdampak, seperti Sayung di Demak, pesisir Pekalongan, hingga kawasan timur dan utara Surabaya. Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria menjelaskan, faktor penyebab penurunan tanah itu adalah kondisi geologi, yaitu sedimen atau endapan berumur muda dan tanah lunak. Kondisi ini kemudian diperparah oleh aktivitas manusia, seperti eksploitasi air tanah secara berlebihan, beban bangunan, dan urbanisasi masif. Ketika faktor-faktor ini bertemu dengan kenaikan muka laut akibat perubahan iklim global, risikonya menjadi berlipat dan berpotensi melahirkan risiko banjir dan rob secara permanen.Kerusakan infrastruktur, penurunan kualitas lingkungan, hingga ancaman kesehatan dan sanitasi menjadi konsekuensi yang harus ditanggung masyarakat. Di sisi lain, kerugian ekonomi terus membesar, seiring meningkatnya biaya perbaikan bangunan dan hilangnya wilayah daratan. merupakan ancaman jangka panjang yang berdampak luas, terutama di wilayah perkotaan, industri, dan permukiman padat.Sejumlah wilayah di Jakarta dan Semarang kini sejajar, bahkan lebih rendah dari muka laut.Permukiman dan tambak yang dulu menjadi sumber penghidupan, kini tak lagi terlihat di peta daratan. “Banjir rob meluas di Jakarta Utara, Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak,” ujar Lana, dikutip dariVarian Baru Covid-19"Cicada" Terdeteksi di 25 Negara, Seperti Apa Gejalanya?Mahfud Maklumi Prabowo Belum Terima Laporan soal Reformasi Polri: Presiden SibukLaga Saint Kitts and Nevis Vs Kep. Solomon Diundur karena Faktor CuacaRencana Serangan Bom di Bank of America Paris Digagalkan, 3 Tersangka DitangkapJepang Terima Minyak Mentah Timur Tengah Pertama sejak Perang Iran Vs AS-Israel PecahApresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Penurunan Muka Tanah DAS Siklus Hidrologi Rusak Hatma Suryatmojo Indonesia Bencana Bencana
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Gelombang Protes No Kings Kembali Guncang Kota-kota Besar ASRibuan warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu (5/10) dalam aksi bertajuk “No Kings” untuk memprotes arah pemerintahan di bawah Presiden Donald Trump.
Read more »
15 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Siapkan One Way Tahap IIISisa kendaraan tersebut diperkirakan berasal dari wilayah Jawa Barat dan jalur Trans Jawa.
Read more »
5 Suplemen Ini Bisa Hilang Manfaatnya untuk Kesehatan Ketika Dikonsumsi Bersama dengan KopiDilansir dari Very Well Health, inilah lima suplemen yang tidak bisa dikonsumsi dengan kopi karena manfaatnya akan hilang untuk kesehatan tubuh.
Read more »
Kritik Pekerja Muda soal Tangga Karier, Ketika Kursi Bos Tak Lagi MenggodaJika anak muda memilih menjauh dari jabatan, yang perlu ditanya bukan ke mana ambisi mereka pergi, tetapi seperti apa wajah sistem yang ada di lingkungan kerja.
Read more »
Ketika Geopolitik Timur Tengah terus Mengguncang Pasar ModalPASAR modal Indonesia kembali merasakan getaran geopolitik global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok nyaris 2 persen pada perdagangan kemarin
Read more »
Kulon Progo Berselimut Duka Ketika Kabar Gugurnya Praka Farizal TibaKabar duka gugurnya Praka Farizal Romadhon datang ketika pagi dingin menyelimuti Dusun Ledok, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Read more »




