38 riset tentang lingkungan hidup dan perubahan iklim telah dilakukan bersama oleh para peneliti Indonesia dan Australia.
- Pemerintah Indonesia dan Australia kembali menjalin kemitraan serta menjalankan 38 kegiatan riset terkait lingkungan hidup dan perubahan iklim yang puncaknya dipresentasikan dalam Knowledge and Innovation Exchange Summit di Jakarta pada 28-29 April 2026.tersebut terlaksana dalam sebuah ekosistem solusi yang mencakup sembilan pilar utama.
Ketahanan iklim, keamanan air, sistem, pangan, kesehatan, transisi energi, pengurangan risiko bencana, keanekaragaman hayati, pembiayaan iklim, dan tata kelola inklusif. Kesembilan pilar tersebut membawa signifikansi yang luar biasa dan dapat dijabarkan dalam tiga aspek fundamental bagi masa depan Indonesia yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.adalah ancaman langsung terhadap sistem pangan, mata pencaharian, dan ketahanan ekonomi bangsa. Riset-riset yang kita dukung berupaya memastikan roda ekonomi tetap berputar dan beradaptasi," tutur Fauzan, pada Selasa saat kegiatan hari pertama, di kawasan Jakarta Pusat.
Contoh nyata riset di bidang sistem pangan dan ketahanan iklim berjudul Building a Sustainable Future yang mengembangkan varietas padi bernutrisi dan tangguh iklim. Riset ini dipimpin oleh Prof. Barry Pogson dari The Australian National University bersama peneliti utama Indonesia seperti Dr. Hendry Susila dan Dr. Yekti Asih Purwestri . Kata Fauzan, inovasi teknologi genetik ini penting untuk memastikan ketahanan pangan yang bermuara pada stabilitas ekonomi nasional.
Riset bertema climate resilient primary healthcare yang dipimpin oleh Dr. I Nyoman Sutrasa dari Australian National University berkolaborasi dengan peneliti dari Universitas Udayana. Sedangkan dari sisi advokasi dan perlindungan sosial, Dr. Zulfa Sahya dari Universitas Negeri Semarang bersama Prof. Phil Dawson dari University of Western Australia dan peneliti dari Australian National University melaksanakan riset yang membuat kebijakan beradaptasi iklim sejalan dengan prinsip kestaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial atau GEDSI.
Dari aspek lingkungan riset berjudul Tide Eye, sebuah sistem pemantauan banji rob berbasis AI dan satelit di pesisir utara Jawa, dipimpin oleh Associate Prof. Le Chung Tran dari University of Wollongong bekerjasama dengan para peneliti dari Telkom University. Wakil Duta Besar Australia, Gita Kamath mengatakan pendidikan dan riset merupakan salah satu pilar utama dalam hubungan Indonesia-Australia yang telah terjalin sejak lama.
"Hasil-hasil riset tersebut menunjukkan bahwa ketika Australia dan Indonesia bekerja sama, kita mampu menghasilkan solusi yang relevan, inklusif, dan berdampak luas," ujar Gita. "Kita membutuhkan kebijakan yang berbasis bukti, kita membutuhkan inovasi yang relevan, dan yang paling penting kita membutuhkan keberanian untuk mengubah paradigma kita. Dari research for publication menjadi research for impact," ujar Febrian. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang.
Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.3 Siswa MAN IC Gowa Raih LoA dari Kampus Top AS, Eropa hingga AustraliaPurbaya Pastikan Tak Ada Pajak Baru, Fokus Perkuat Ekonomi di Tengah Gejolak Global10 SMA Negeri Paling Berprestasi di Jakarta, Acuan Daftar SPMB 2026Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami. Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial. Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com. KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
Australia Lingkungan Hidup Perubahan Iklim Perguruan Tinggi KIE Summit Indonesia Australia Dirjen Risbang Kemdendikti Saintek Fauzan Adziman Indonesia Riset Indonesia-Australia Riset Indonesia-Australia
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Bappenas: Saat beralih dari riset publikasi ke riset berdampakWakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan ...
Read more »
Kemdiktisainstek: KONEKSI perkuat riset lingkungan hidup-iklimKementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengatakan Kolaborasi untuk Pengetahuan, Inovasi, dan Teknologi Australia-Indonesia ...
Read more »
Riset Ungkap Sebab Pelaku UMKM di Indonesia Sulit Naik KelasRiset karakter UMKM di Indonesia mengantar dosen di Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UMS, ini ke pengukuhan Guru Besar.
Read more »
Anggaran Cekak, Banyak Riset Tak Bisa Didanai PemerintahPemerintah hanya mampu mendanai sekitar 20 ribu riset dari 120 ribu proposal riset yang masuk.
Read more »
Bahaya bagi Timnas Indonesia, AFF Berencana Undang Australia Ikuti ASEAN Cup 2026AFF berencana mengundang timnas Australia untuk mengikuti ASEAN Cup 2026, bahaya bagi timnas Indonesia.
Read more »
KIE Jakarta Summit Tekankan Riset Interdisipliner sebagai Kunci Kebijakan Nasional, Kolaborasi RI–Australia DiperkuatBerita KIE Jakarta Summit Tekankan Riset Interdisipliner sebagai Kunci Kebijakan Nasional, Kolaborasi RI–Australia Diperkuat terbaru hari ini 2026-04-29 20:08:42 dari sumber yang terpercaya
Read more »
