Iran menegaskan tak akan melanjutkan perundingan dengan selama AS masih blokade, di tengah meningkatnya ketegangan usai penyitaan kapal kargo mereka.
Iran dikabarkan belum bersedia melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat selama blokade laut terhadap pelabuhannya masih diberlakukan.pada Senin , partisipasi Iran dalam putaran negosiasi berikutnya di Islamabad, Pakistan, bergantung pada keputusan AS untuk mencabut blokade tersebut.
Pemerintah Pakistan, yang berperan sebagai mediator, disebut telah berupaya membujuk Teheran agar tetap hadir dalam perundingan. Menteri luar negeri dan perdana menteri Pakistan bahkan dilaporkan telah menghubungi Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran juga telah menggelar pertemuan untuk membahas keputusan tersebut. Meski demikian, Iran masih bersikap skeptis. Teheran khawatir bahwa negosiasi hanya akan berujung pada proses panjang tanpa hasil konkret, seperti pencabutan sanksi atau pembebasan dana yang selama ini dibekukan.Sumber di Iran menyinggung pengalaman sebelumnya, di mana dua putaran negosiasi terdahulu justru diikuti oleh eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. , Minggu (19/4/20260, komunikasi antara Iran dan AS masih berlangsung melalui perantara Pakistan, meski negosiasi formal belum dilanjutkan. Namun, tim negosiasi Iran menegaskan tidak akan ada pembicaraan selama kebijakan blokade laut yang diumumkan Presiden AS Donald Trump masih berlaku.Sebelum insiden penyitaan kapal kargo Iran pada Minggu, AS mengeklaim telah memaksa sekitar 25 kapal berbendera Iran untuk berbalik saat mencoba keluar atau masuk ke pelabuhan Iran. Dalam kasus terbaru, kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance disebut menghadapi kapal kargo Iran bernama Touska yang tidak mematuhi peringatan selama enam jam saat berlayar menuju pelabuhan Bandar Abbas.Setelah peringatan diabaikan, awak kapal Touska diminta mengosongkan ruang mesin sebelum akhirnya ditembaki untuk melumpuhkan sistem propulsi. Marinir AS kemudian naik ke kapal dan mengambil alih kendali. Namun, hingga kini tidak ada keterangan resmi apakah insiden tersebut menimbulkan korban luka, baik dari pihak Iran maupun AS. Situasi ini menandai eskalasi baru dalam penegakan blokade oleh AS terhadap lalu lintas kapal menuju dan dari Iran, sekaligus memperkecil peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat. KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership.AS Tembaki dan Sita Kapal Kargo Iran di Laut Oman, Perang Baru di Depan Mata?Kekhawatiran dan Frustrasi Muncul Menjelang Batas Gencatan Senjata Iran-AS, Negosiasi Sepakat atau Lanjut Perang?2 Kapal India Diserang di Selat Hormuz, Iran Kali Ini Tutup Jalur Tanpa Kompromi?Identitas Satoshi Nakamoto Pencipta Bitcoin Mulai Terungkap, Ini Petunjuk TerbarunyaAS Tembaki dan Sita Kapal Kargo Iran di Laut Oman, Perang Baru di Depan Mata?Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.comApresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
AS Blokade Kapal Selat Hormuz As Blokade - Dunia Iran Riaet
United States Latest News, United States Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Ahmad Basarah PDIP: Krisis Global Buktikan Ramalan Bung Karno soal Neo-KolonialismeBerbagai konflik dan ketimpangan global saat ini menunjukkan bahwa kolonialisme tidak pernah benar-benar hilang.
Read more »
Iran Tutup Kembali Selat Hormuz, AS Disebut Langgar KesepakatanIran kembali menutup Selat Hormuz dan menyatakan Amerika Serikat melanggar kesepakatan terkait blokade pelabuhan Iran. Insiden ini dipicu oleh pernyataan Trump yang tidak akan mengakhiri blokade, memicu Iran untuk memperingatkan akan memblokir selat vital tersebut selama blokade AS terhadap pelabuhan Iran diberlakukan. Situasi semakin memanas dengan adanya laporan penembakan kapal tanker oleh Garda Revolusi Iran, meskipun awaknya dikabarkan aman. Para peneliti menilai langkah Iran ini menghilangkan kepercayaan terhadap AS dan semakin membuat situasi tidak kondusif.
Read more »
Iran Buka-Tutup Selat Hormuz, Gencatan Senjata AS-Iran di Ujung TandukIran sempat membuka dan kemudian menutup kembali Selat Hormuz dalam 24 jam, bertepatan dengan mendekatnya akhir gencatan senjata dengan Amerika Serikat. Perkembangan ini memicu kekhawatiran eskalasi konflik, menyoroti perbedaan pandangan mengenai program nuklir Iran dan memengaruhi harga minyak mentah global. Gencatan senjata yang akan berakhir memicu spekulasi perpanjangan dan potensi blokade atau konflik.
Read more »
Kekhawatiran dan Frustrasi Muncul Menjelang Batas Gencatan Senjata Iran-AS, Negosiasi Sepakat atau Lanjut Perang?Kekhawatiran dan frustrasi meningkat jelang batas gencatan senjata. Akankah negosiasi berhasil, atau konflik kembali pecah?
Read more »
Presiden Iran: Siapa Trump Bisa Cabut Hak Nuklir Iran?Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS akan mengambil “debu nuklir”, mengacu kepada stok uranium yang diperkaya Iran dengan paksa jika tidak tercapai kesepakatan
Read more »
AS Sita Kapal Kargo Iran Berbuntut Panjang, Teheran Ancam Balasan dan Ogah Berunding LagiKetegangan AS-Iran meningkat usai AS sita kapal kargo Iran, sementara Teheran mengancam balasan dan menolak melanjutkan perundingan damai.
Read more »
