Beyond the Breaking News

Transformasi Konflik Militer: Dari Konvensional Menuju Multidomain

Politik Dan Ketentuan News

Transformasi Konflik Militer: Dari Konvensional Menuju Multidomain
Konflik MultidomainQuantum WarfareArtificial Intelligence

Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL, Laksma TNI Salim, M.Phil, menjelaskan tiga fase utama evolusi konflik militer, dari asymmetric warfare hingga quantum warfare, dan mengungkapkan karakter peperangan masa depan yang berbasis teknologi tinggi. Ia juga membahas langkah-langkah Indonesia untuk menghadapi era quantum warfare dan mempertahankan kedaulatan teknologi serta ketahanan strategis nasional.

Perang antara Iran melawan Israel dan sekutunya seperti Amerika telah mengalami transformasi besar dari konflik konvensional menjadi konflik multidomain yang lebih kompleks, tidak terlihat, dan berbasis teknologi tinggi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pengkajian Maritim Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Pusjianmar Seskoal) Laksma TNI Salim, M.Phil. Menurut Salim, evolusi konflik dapat dipahami melalui tiga fase utama: asymmetric warfare, hybrid warfare, dan quantum warfare. Asymmetric warfare adalah bentuk peperangan ketika pihak yang lebih lemah menggunakan strategi non-konvensional untuk menghadapi kekuatan militer yang lebih superior. Contohnya adalah Perang Vietnam, Taliban melawan AS, ISIS, dan Piracy di Somalia.

Hybrid warfare muncul ketika konflik tidak lagi hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi menggabungkan seluruh instrumen kekuatan nasional, yang merupakan perpaduan kekuatan militer dan non militer. Contohnya adalah operasi hibrid yang dilakukan Rusia, Grey zone di Laut China Selatan, dan serangan siber terhadap infrastruktur serta tekanan terhadap ekonomi dan teknologi.

Fase kita saat ini juga memasuki era dominasi cerdas dan tak terlihat atau quantum warfare fase masa depan dengan peperangan berbasis antara lain quantum computing, artificial intelligence, autonomous systems, cyber-physical integration, cognitive warfare, dominasi ruang angkasa, dan autonomous underwater warfare. Penulis buku 'Basic Knowledge of Cyber Security' ini menyebut karakter peperangan pada fase sekarang dan masa mendatang antara lain: AI-driven battlefield, quantum communication, quantum radar, autonomous swarm, hypersonic weapons, cognitive manipulation, predictive warfare, dan real-time data fusion.

Pemenang perang masa depan bukan yang memiliki militer terbesar, tetapi yang menguasai data, algoritma, dan kecerdasan strategis. Hal yang paling penting dilakukan pemerintah Indonesia dalam menghadapi era quantum warfare adalah membangun kedaulatan teknologi dan ketahanan strategis nasional melalui penguatan artificial intelligence, cyber defense, quantum communication, maritime domain awareness, dan penguasaan data nasional secara terintegrasi.

Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar teknologi atau arena proxy competition negara besar, tetapi harus menjadi negara maritim yang mampu mengendalikan keamanan informasi, infrastruktur digital, serta kemampuan pengambilan keputusan strategis secara mandiri. Selain modernisasi pertahanan, Indonesia juga harus memperkuat diplomasi strategis, pendidikan teknologi tinggi, riset nasional, dan kolaborasi regional ASEAN agar mampu menghadapi perang masa depan yang tidak lagi hanya terjadi di medan fisik, tetapi juga di ruang siber, ruang angkasa, bawah laut, dan ruang kognitif manusia.

Khusus keamanan maritim masa depan kita membutuhkan adaptive governance, technological resilience, strategic diplomacy, serta kerja sama regional berbasis trust dan innovation

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

rmol_id /  🏆 21. in İD

Konflik Multidomain Quantum Warfare Artificial Intelligence Cyber Defense Keamanan Maritim Strategi Nasional Indonesia

 

United States Latest News, United States Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Kasum TNI dan Jampidsus Cek Kontainer Mineral Berunsur Radioaktif yang Diduga Akan DiselundupkanKasum TNI dan Jampidsus Cek Kontainer Mineral Berunsur Radioaktif yang Diduga Akan DiselundupkanKasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon meninjau pemeriksaan kontainer mineral hasil penindakan TNI AL di Dermaga Kodaeral IV Batam.
Read more »

TNI AL Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan di BatamTNI AL Tinjau Pemeriksaan Kontainer Mineral Hasil Penindakan di BatamKasum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon bersama Ketua Pelaksana Satgas PKH Jampidsus Kejagung RI Dr. Febriel Ardiansyah dan Pangkoarmada RI Laksdya Denih Hendrata meninjau pemeriksaan kontainer mineral hasil penindakan TNI AL di Dermaga Kodaeral IV Batam. Pemeriksaan dilakukan setelah Satgas PKH menerima laporan dari penyidik TNI AL terkait penindakan kapal pengangkut mineral pada 17 Mei 2026. Aparat membuka 15 dari total 25 kontainer untuk mencocokkan isi muatan dengan dokumen ekspor dan pengiriman barang. Kasum TNI menegaskan komitmen TNI dalam mendukung pemberantasan penyelundupan sumber daya alam melalui jalur laut.
Read more »

Militer Israel Bunuh Pemimpin Sayap Militer HamasMiliter Israel Bunuh Pemimpin Sayap Militer HamasMenteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengumumkan bahwa Mohammad Odeh, pemimpin sayap militer Hamas atau Brigade Qassam, terbunuh dalam serangan udara di Kota Gaza. Serangan tersebut juga menewaskan istri dan dua anaknya.
Read more »

Mantan Perwira Tinggi TNI: Memberantas Begal Itu Bukan Tupoksi TNI, Itu Tupoksi Kepolisian!Mantan Perwira Tinggi TNI: Memberantas Begal Itu Bukan Tupoksi TNI, Itu Tupoksi Kepolisian!Koalisi menilai kebijakan tersebut berlebihan dan menyimpang dari fungsi utama TNI sebagai alat pertahanan negara.
Read more »



Render Time: 2026-05-28 20:58:32